Ekonomi dan Bisnis

IHSG Sudah Anjlok 28,22% Terlempar ke Level 6.206,34 Sore Ini

×

IHSG Sudah Anjlok 28,22% Terlempar ke Level 6.206,34 Sore Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
IHSG menutup dengan menguat 0,72% ke level 6.206,34. Namun sepanjang 2026 berjalan ini, IHSG sudah anjlok 28,22%. Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan arus keluar dana asing yang terus berlanjut, investor dinilai perlu lebih adaptif dalam menghadapi dinamika pasar.

Topikseru.com, Jakarta – Perdagangan Senin (25/5/2026) IHSG menutup dengan menguat 0,72% ke level 6.206,34. Namun sepanjang 2026 berjalan ini, IHSG sudah anjlok 28,22%.

Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan arus keluar dana asing yang terus berlanjut, investor dinilai perlu lebih adaptif dalam menghadapi dinamika pasar.

Menanggapi hal tersebut, CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya mengatakan kondisi pasar saat ini dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi Nilai Tukar Rupiah, hingga meningkatnya tensi geopolitik di sejumlah kawasan.

“Di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, investor dituntut untuk memiliki strategi dan perspektif yang lebih adaptif,” ujarnya dalam acara Stock Idea Festival.

Menurut Bernadus, volatilitas pasar yang tinggi membuat investor tidak cukup hanya mengandalkan informasi, tetapi juga perlu memahami berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar.

Dia menyebut pengambilan keputusan investasi saat ini harus dilakukan secara lebih disiplin dan terukur dibandingkan ketika pasar berada dalam tren bullish.

“Pasar saham bergerak sangat dinamis dan dipengaruhi banyak faktor global maupun domestik,” kata Bernadus.

Bernadus menambahkan akses terhadap berbagai perspektif dari pelaku pasar menjadi penting agar investor dapat melihat peluang dan risiko investasi secara lebih komprehensif.

Sepanjang tahun 2026 berjalan, IHSG tercatat melemah lebih dari 26% dan bergerak di kisaran level 6.000.

Pada saat yang sama, investor asing juga masih membukukan aksi jual bersih yang berlanjut sejak awal tahun.

Bernadus bilang kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung lebih selektif dalam memilih saham dan sektor yang dinilai mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dalam kondisi seperti saat ini, investor juga dituntut lebih memperhatikan manajemen risiko serta menjaga disiplin dalam menjalankan strategi investasinya.

Sejalan dengan peningkatan literasi pasar modal, Sucor Sekuritas telah menggelar Stock Idea Festival 2026 yang dihadiri lebih dari 700 peserta dari berbagai daerah di Indonesia selama 10 jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *