Topikseru.com, Medan – Seorang pria bernama Rahmadsyah (45) menjadi korban dugaan penganiayaan brutal dan penculikan yang dilakukan sekelompok orang di kawasan Jalan Jermal VII Ujung, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (30/5/2026) malam.
Korban yang diketahui merupakan keluarga anggota TNI itu mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya. Saat ini, Rahmadsyah masih menjalani perawatan setelah ditemukan dalam kondisi kritis.
Didatangi Gerombolan Orang di Rumah Kontrakan
Informasi yang dihimpun menyebutkan peristiwa bermula saat korban berada di rumah kontrakannya. Tiba-tiba, sekelompok orang datang dan diduga langsung melakukan penyerangan secara membabi buta terhadap korban.
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- 55 Pengusaha UMKM Binaan FKMI Sumut Ikuti Program CPNE 2026, Siap Naik Kelas Tembus Pasar Ekspor
- Kronologi Kecelakaan Maut Bus Halmahera di Tol Kuala Namu yang Menewaskan 4 Penumpang
Abang kandung korban, Serka Dede Andiruka, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, adiknya mengalami luka cukup parah akibat aksi kekerasan yang dilakukan para pelaku.
“Adik saya mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya akibat sabetan senjata tajam,” ujar Dede saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (1/6/2026).
Korban Diduga Diculik Setelah Dianiaya
Tidak hanya mengalami penganiayaan, korban juga diduga dibawa paksa oleh para pelaku setelah penyerangan terjadi.
Keluarga menyebut Rahmadsyah kemudian ditinggalkan dalam kondisi berlumuran darah di Rumah Sakit Muhammadiyah yang berada di Jalan Mandala, Kecamatan Medan Denai.
“Kondisi adik saya kritis dan sempat ditangani di Rumah Sakit Muhammadiyah. Namun karena peralatan yang tersedia tidak memadai, keluarga meminta agar korban dirujuk,” kata Dede.
Keluarga Kecewa Karena Kesulitan Mendapat Penanganan Medis
Dede mengungkapkan pihak keluarga sempat membawa korban ke beberapa rumah sakit lain di Kota Medan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Namun, menurut pengakuannya, sejumlah rumah sakit menolak penanganan dengan berbagai alasan sehingga keluarga merasa kecewa terhadap layanan yang diterima.
“Kami merasa kecewa atas penolakan yang terjadi. Karena itu, keluarga akhirnya memutuskan korban mendapatkan penanganan medis secara berobat jalan,” ujarnya.
Sebut Ada Nama yang Diduga Menjadi Dalang
Berdasarkan keterangan korban kepada keluarga, terdapat nama yang disebut diduga berada di balik aksi penganiayaan tersebut.
Menurut Dede, para pelaku disebut bergerak atas suruhan seseorang bernama Guntur Syahputra.
Meski demikian, hingga saat ini motif di balik dugaan penganiayaan dan penculikan tersebut masih belum diketahui secara pasti.
“Kami belum mengetahui apa motif sebenarnya. Namun perlakuan seperti ini tidak bisa ditoleransi. Adik saya bukan binatang yang bisa diperlakukan semena-mena,” tegasnya.
Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi
Keluarga korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Medan.
Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/2299/V/2026/SPKT/Polrestabes Medan/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 30 Mei 2026.
Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap seluruh pelaku dan pihak yang diduga menjadi dalang di balik aksi kekerasan itu.
“Kami meminta kasus ini diusut sampai tuntas dan siapa pun yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini korban masih dalam perawatan intensif,” kata Dede.
Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis yang dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut belum memberikan keterangan resmi.












