Topikseru.com, Jakarta – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) masih tertahan di depan kawasan Gedung Thamrin Nine, Jalan M.H. Thamrin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat sore, 12 Juni 2026.
Massa aksi yang berupaya bergerak menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) belum berhasil menembus barikade aparat gabungan yang disiagakan di sepanjang jalur tersebut. Sejumlah aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas sempat terjadi, namun situasi secara umum masih dapat dikendalikan.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 16.35 WIB, aparat gabungan dari unsur TNI dan Polri membentuk beberapa lapis barisan pengamanan untuk mencegah massa memasuki area yang telah ditetapkan sebagai kawasan steril.
Selain personel keamanan, sejumlah pembatas jalan dipasang melintang di ruas Jalan M.H. Thamrin. Kondisi itu membuat mahasiswa yang mengenakan almamater kuning hanya dapat bertahan di sekitar kawasan Thamrin Nine sambil menyampaikan orasi secara bergantian.
Kemacetan Parah Warnai Kawasan Jantung Ibu Kota
Aksi demonstrasi yang berlangsung bertepatan dengan jam pulang kerja berdampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat di pusat Jakarta.
Ruas Jalan M.H. Thamrin dari arah Dukuh Atas menuju Bundaran HI tidak dapat dilalui kendaraan karena tertutup massa dan pengamanan aparat. Sementara jalur sebaliknya masih dibuka terbatas dengan satu lajur darurat.
Akibat penyempitan jalur tersebut, antrean kendaraan mengular hingga beberapa titik. Laju kendaraan terpantau bergerak sangat lambat, diperparah oleh banyaknya pengguna jalan yang memperlambat kendaraan untuk melihat situasi demonstrasi.
Gangguan juga terjadi pada layanan transportasi publik. Sejumlah armada Transjakarta melakukan pengalihan rute karena koridor utama tidak dapat dilalui. Sebagian penumpang memilih turun lebih awal dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju stasiun MRT maupun KRL terdekat.
Dukungan Pengendara Menggema di Tengah Kemacetan
Di tengah kepadatan lalu lintas, sejumlah pengendara justru menunjukkan dukungan terhadap Aksi Mahasiswa.
Suara klakson terdengar bersahutan dari kendaraan yang melintas di jalur Bundaran HI menuju Dukuh Atas. Beberapa pengendara tampak mengacungkan jempol dan melambaikan tangan ke arah massa aksi.
Respons tersebut disambut sorak-sorai mahasiswa yang sejak siang menyampaikan tuntutan mereka melalui orasi di depan barikade aparat.
Fenomena dukungan spontan dari pengguna jalan menjadi salah satu pemandangan yang menonjol dalam aksi demonstrasi kali ini.
Mahasiswa Minta Aparat Menghormati Hak Menyampaikan Aspirasi
Di tengah situasi yang sempat memanas, perwakilan mahasiswa meminta aparat keamanan tidak memandang demonstran sebagai pihak yang harus dihadapi secara represif.
Dalam orasinya, salah seorang perwakilan BEM Universitas Indonesia menegaskan bahwa mahasiswa hadir untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap berbagai persoalan yang dinilai berdampak pada masyarakat.
“Kami tidak membawa senjata. Kami membawa niat untuk perbaikan untuk rakyat Indonesia,” ujar perwakilan mahasiswa di hadapan aparat keamanan.
Menurut peserta aksi, demonstrasi merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.
Kapolda Metro Jaya Larang Personel Bawa Senjata Api
Di sisi lain, Kepolisian Daerah Metro Jaya menegaskan pengamanan demonstrasi dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis.
Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menginstruksikan seluruh personel yang bertugas agar tidak membawa senjata api selama pengamanan berlangsung.
Menurut Asep, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah eskalasi yang tidak diinginkan serta memastikan proses penyampaian aspirasi tetap berlangsung aman.
“Saya tegaskan, seluruh personel yang melaksanakan pengamanan tidak membawa senjata api,” kata Asep dalam arahannya kepada petugas.
Dia juga menekankan bahwa penggunaan gas air mata hanya dapat dilakukan berdasarkan perintah langsung dari pimpinan.
Instruksi tersebut menunjukkan kehati-hatian aparat dalam mengelola situasi yang melibatkan massa mahasiswa dalam jumlah besar.
Sebanyak 3.099 Personel Gabungan Dikerahkan
Pengamanan aksi demonstrasi di sejumlah titik Jakarta melibatkan total 3.099 personel gabungan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold EP Hutagalung, mengatakan personel ditempatkan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa, termasuk kawasan Monas, Gedung DPR RI, dan Bundaran HI.
Menurut Reynold, seluruh petugas diminta mengedepankan pendekatan profesional dan persuasif selama menjalankan tugas.
“Kami telah menyiapkan 3.099 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Pengamanan dilakukan secara profesional, humanis, dan mengedepankan upaya persuasif,” ujarnya.
Selain pengamanan, kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sejumlah ruas jalan untuk mengurangi dampak kemacetan.
Situasi Masih Terkendali
Hingga Jumat petang, mahasiswa masih bertahan di sekitar kawasan Thamrin Nine dan belum berhasil mencapai Bundaran HI.
Meski sempat terjadi ketegangan dan aksi saling dorong, situasi secara umum masih berada dalam kondisi kondusif di bawah pengawasan aparat gabungan.
Aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang Demonstrasi Mahasiswa yang digelar di Jakarta untuk menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah.
Massa berharap aspirasi mereka dapat diterima oleh para pengambil keputusan, sementara aparat berupaya menjaga agar kegiatan berlangsung aman tanpa mengganggu ketertiban umum secara lebih luas.












