DaerahHeadline

Viral! Bupati Deli Serdang Tanya Warga Sudah Bayar Pajak atau Belum Saat Keluhkan Jalan Rusak

×

Viral! Bupati Deli Serdang Tanya Warga Sudah Bayar Pajak atau Belum Saat Keluhkan Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan menanggapi keluhan jalan rusak di Deli Serdang yang viral di media sosial.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, memberikan tanggapan terkait keluhan masyarakat mengenai kondisi sejumlah ruas jalan rusak di Kabupaten Deli Serdang yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Topikseru.com, Deli Serdang – Pernyataan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, saat menanggapi keluhan warga mengenai jalan rusak viral di media sosial dan memicu perdebatan publik.

Alih-alih langsung menjelaskan rencana perbaikan jalan, Asri justru mempertanyakan sejauh mana masyarakat berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui pembayaran pajak.

Intinya Sih
  • Pernyataan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, saat menanggapi keluhan warga mengenai jalan rusak viral di media sosial dan memicu perdebatan publik.
  • Alih-alih langsung menjelaskan rencana perbaikan jalan, Asri justru mempertanyakan sejauh mana masyarakat berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui pembayaran pajak.
  • "Tergantung kemampuan keuangan kita, masyarakatnya bayar pajak enggak?
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI)

“Tergantung kemampuan keuangan kita, masyarakatnya bayar pajak enggak? Bayar PBB enggak? Kalau enggak ada uang, pemerintah dari mana. Jadi jangan hanya sekadar spil-spil jalan jelek tapi kontribusinya enggak ada. Kita kan mau bangun bukan pakai daun,” ujar Asri.

Pernyataan tersebut muncul di tengah banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di berbagai wilayah Kabupaten Deli Serdang yang dinilai membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas ekonomi warga.

Keluhan Jalan Rusak Muncul di Berbagai Kecamatan

Kerusakan infrastruktur jalan masih menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan warga Deli Serdang sepanjang 2025 hingga 2026.

Salah satu ruas yang menjadi sorotan adalah Jalan Terusan di Kecamatan Percut Sei Tuan. Warga menyebut kondisi jalan yang berlubang dan rusak kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Keluhan serupa juga muncul dari warga di Jalan Limau Manis–Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung Morawa. Kerusakan jalan di kawasan tersebut dilaporkan cukup parah dan diduga diperparah oleh aktivitas truk bermuatan tanah yang setiap hari melintas dari lokasi galian di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir.

Di Kecamatan Sunggal, kondisi Jalan Setia Makmur Sunggal Kanan yang rusak juga menjadi perhatian masyarakat. Jalan tersebut merupakan akses penting yang digunakan warga dalam aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, sejumlah titik di Jalan Warakauri turut dikeluhkan masyarakat. Selain digunakan warga sekitar, ruas jalan tersebut menjadi jalur alternatif bagi pekerja dan mahasiswa untuk menghindari kemacetan di Jalan Letda Sujono maupun Jalan Perhubungan.

“Biasanya yang lewat sini anak-anak Wilmar dan pekerja yang menghindari macet di depan,” ujar Shandy, salah seorang warga.

Keluhan juga datang dari masyarakat yang melintasi ruas Jalan Pagar Merbau–Galang. Meski berstatus jalan provinsi, kondisi jalan tersebut masih dipenuhi lubang dan gelombang yang dinilai membahayakan pengendara, terutama saat malam hari dan musim hujan.

Berdasarkan pantauan warga, kerusakan terjadi di sejumlah titik mulai dari Kecamatan Pagar Merbau hingga Jalan Perintis Kemerdekaan di Kecamatan Galang.

Selain ruas-ruas tersebut, masih terdapat berbagai titik jalan rusak lainnya yang kerap menjadi bahan keluhan masyarakat di media sosial.

PAD Deli Serdang Tumbuh, Pajak Daerah Tembus Triliunan Rupiah

Pernyataan Bupati Asri mengenai keterbatasan anggaran menjadi perhatian publik karena di sisi lain Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mencatat capaian positif pada sektor pendapatan daerah.

Seperti yang dilansir dari Akun Instagram @pemkab.deliserdang  Pemkab Deli Serdang menunjukkan realisasi pajak daerah hingga Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp227,29 miliar atau sekitar 20,13 persen dari target tahunan sebesar Rp1,129 triliun.

Angka tersebut tumbuh sekitar 34,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan signifikan juga terjadi pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai Rp65,4 miliar, melonjak dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp7,4 miliar.

Sebelumnya, Pemkab Deli Serdang juga mencatat sejarah baru dengan penerimaan pajak daerah yang menembus Rp1,015 triliun per 2 Desember 2025.

Saat itu, Bupati Asri menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa pembenahan tata kelola pendapatan daerah mulai menunjukkan hasil yang positif.

“Hasilnya mulai terlihat,” kata Asri saat acara syukuran capaian pajak daerah Tahun 2025.

Bahkan, Pemkab Deli Serdang menetapkan target penerimaan pajak Tahun 2026 sebesar Rp1,156 triliun dengan optimisme dapat tercapai melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak dan penguatan sistem pengawasan.

Program Jalan Mulus Deli Serdang 24 Jam

Di tengah berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi jalan, Pemkab Deli Serdang telah menyiapkan program Jalan Mulus Deli Serdang 24 Jam atau Jam Desa 24 Jam.

Program yang terintegrasi dengan layanan Call Center 112 tersebut memungkinkan masyarakat melaporkan jalan rusak atau kondisi jalan yang membahayakan pengguna.

Melalui program tersebut, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) ditargetkan melakukan penanganan awal dalam waktu 1×24 jam setelah laporan diterima.

Menurut Bupati Asri, program tersebut diharapkan mampu mencegah kerusakan jalan menjadi lebih parah sekaligus menekan biaya perbaikan dalam jangka panjang.

Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Deli Serdang masih memiliki kemampuan fiskal yang memadai untuk mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk sektor jalan.

“Apabila diperlukan penambahan anggaran, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang siap mengakomodasinya dalam Anggaran Tahun 2027 dan seterusnya. Hingga saat ini Kabupaten Deli Serdang masih termasuk daerah dengan ketersediaan kas yang memadai untuk pembangunan, khususnya infrastruktur jalan,” ujar Asri.

Perdebatan Publik

Pernyataan Bupati Deli Serdang yang mengaitkan keluhan jalan rusak dengan kepatuhan membayar pajak memunculkan beragam tanggapan di masyarakat.

Sebagian warga menilai pembayaran pajak memang menjadi sumber penting pembiayaan pembangunan daerah.

Namun di sisi lain, tidak sedikit yang berpendapat bahwa perbaikan jalan merupakan kewajiban pemerintah yang harus tetap dilakukan karena masyarakat telah membayar berbagai jenis pajak dan retribusi setiap hari, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Perdebatan tersebut kembali memunculkan pertanyaan yang menjadi perhatian publik: di tengah meningkatnya pendapatan daerah dan capaian pajak yang menembus triliunan rupiah, sejauh mana percepatan perbaikan jalan rusak dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Deli Serdang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *