Nasional

Peserta SPPI KNMP Novia Rahmadhani Sitohang Meninggal Saat Latsarmil di Jakarta, Kemhan Sebut Akibat TB

×

Peserta SPPI KNMP Novia Rahmadhani Sitohang Meninggal Saat Latsarmil di Jakarta, Kemhan Sebut Akibat TB

Sebarkan artikel ini

Peserta SPPI KNMP Novia Rahmadhani Sitohang Meninggal Saat Latsarmil di Jakarta

Novia Ramadhani Sitohang
Novia Ramadhani Sitohang, peserta SPPI KNMP asal Sumut, menjadi sorotan setelah dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latsarmil di Jakarta. (Instagram.com/@lubis_lily/@kualimerahputih)

Topikseru.com, Jakarta – Kabar duka kembali menyelimuti program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tahun 2026. Seorang peserta calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP), Novia Rahmadhani Sitohang, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) di Jakarta.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo, dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Rico, Novia tercatat mengikuti pendidikan dan pelatihan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusat Bahasa Kodiklatau, Jakarta, sebagai bagian dari program pembekalan SPPI untuk calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.

“Benar, kami menerima laporan terkait meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sitohang,” ujar Rico dalam keterangannya.

Sempat Mengalami Gangguan Kesehatan Saat Pendidikan

Kementerian Pertahanan menjelaskan, Novia mulai mengalami gangguan kesehatan ketika menjalani rangkaian latihan dasar kemiliteran pada Senin, 22 Juni 2026.

Setelah kondisi kesehatannya menurun, peserta tersebut segera mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa, Jakarta.

Namun demikian, kondisi Novia dilaporkan terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis atau TB,” kata Rico.

Kemhan Klaim Peserta Sudah Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Pihak Kemhan menyatakan seluruh peserta program SPPI, termasuk Novia, sebelumnya telah melalui tahapan seleksi kesehatan sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Rico menegaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik para peserta sebelum menjalani aktivitas latsarmil yang memiliki intensitas tinggi.

Selain itu, Kemhan juga mengklaim telah memberikan penanganan medis sesuai prosedur kepada peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama masa pendidikan berlangsung.

“Kami memastikan setiap peserta yang mengalami sakit mendapatkan penanganan medis sesuai standar yang berlaku,” ujarnya.

Sorotan Terhadap Program Latsarmil SPPI

Meninggalnya Novia menambah daftar peserta program SPPI yang wafat saat menjalani latihan dasar kemiliteran dalam beberapa waktu terakhir.

Kasus ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap sistem pengawasan kesehatan dan pelaksanaan pelatihan fisik dalam program tersebut.

Program SPPI sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih di berbagai daerah.

Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait evaluasi pelaksanaan latihan maupun kemungkinan audit medis terhadap rangkaian pendidikan yang dijalani peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *