Ekonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Rontok Sebelumnya Sempat Jatuh di Bawah Level Psikologis US$ 60.000

×

Harga Bitcoin (BTC) Rontok Sebelumnya Sempat Jatuh di Bawah Level Psikologis US$ 60.000

Sebarkan artikel ini
Harga Bitcoin (BTC)
Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 07.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 2,17% menjadi US$ 2,1 triliun. Sementara itu, harga Bitcoin (BTC) hari ini ambles 2,8% ke level US$ 60.991 per koin atau sekitar Rp 1,09 miliar (kurs Rp 18.024 per dolar AS).

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan hari ini, Kamis (25/6/2026) harga Bitcoin (BTC) rontok sebelumnya sempat jatuh di bawah level psikologis US$ 60.000.

Penguatan dolar AS serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed memicu aksi jual di pasar kripto dan menyeret mayoritas aset digital ke zona merah.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 07.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 2,17% menjadi US$ 2,1 triliun.

Sementara itu, harga Bitcoin (BTC) hari ini ambles 2,8% ke level US$ 60.991 per koin atau sekitar Rp 1,09 miliar (kurs Rp 18.024 per dolar AS).

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar anjlok 2,34%.

Ethereum jeblok 2,91% menjadi US$ 1.620, Binance (BNB) ambrol 2,43% ke US$ 564, XRP terpukul 3,23% ke US$ 1,07.

Dogecoin (DOGE) ambrol 3,39% ke US$ 0,07, dan Solana (SOL) terpangkas 2,35% menjadi US$ 68,1.

Berdasarkan data dari Tradingview, harga bitcoin (BTC) kembali terpuruk dan sempat jatuh di bawah level psikologis US$ 60.000, level terendah sejak akhir 2024.

Pelemahan tersebut terjadi di tengah menguatnya dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Tekanan terhadap bitcoin muncul setelah pasar semakin yakin bank sentral AS masih berpotensi menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Sikap hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh membuat investor mulai mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih menarik di tengah kenaikan imbal hasil.

Tidak hanya bitcoin, aset lindung nilai seperti emas dan perak juga mengalami tekanan hebat.

Harga juga emas jatuh di bawah US$ 4.000 per ons troi untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir, sementara perak terperosok di bawah US$ 60 per ons, level terendah sejak akhir 2025.

Daya Tarik Memudar

Analis menilai pelemahan serentak tersebut menandai memudarnya daya tarik ‘debasement trade’.

Yaitu strategi investasi yang selama beberapa tahun terakhir mengandalkan emas, perak, dan bitcoin sebagai pelindung nilai dari inflasi serta pelemahan mata uang.

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang membebani pasar. Indeks dolar AS tercatat melonjak sekitar 2,8% sepanjang bulan ini, menjadi kenaikan bulanan terbesar dalam hampir satu tahun.

Dolar yang lebih kuat membuat emas dan perak menjadi lebih mahal bagi investor global.

Sementara itu, kenaikan ekspektasi suku bunga meningkatkan opportunity cost untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam mulia dan kripto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *