Ekonomi dan Bisnis

Harga Emas Spot Naik 0,8% Bertengger di Level US$ 4.338,86 per Ons Troi

×

Harga Emas Spot Naik 0,8% Bertengger di Level US$ 4.338,86 per Ons Troi

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Spot
harga emas spot menguat lebih dari 1% seiring meredanya kekhawatiran inflasi setelah muncul optimisme atas kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Intinya Sih
  • Pada perdagangan Selasa (16/6/2026) harga emas spot menguat lebih dari 1% seiring meredanya kekhawatiran inflasi se muncul optimisme atas kesepakatan damai sementara antara…
  • Sentimen tersebut turut mendorong penurunan harga minyak dan mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
  • Harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 4.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI)

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Selasa (16/6/2026) harga emas spot menguat lebih dari 1% seiring meredanya kekhawatiran inflasi setelah muncul optimisme atas kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen tersebut turut mendorong penurunan harga minyak dan mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 4.338,86 per ons troi pada akhir perdagangan.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup menguat tipis 0,1% ke level US$ 4.354,40 per ons troi.

Penguatan emas didorong oleh perkembangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan sementara dengan Iran.

Yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi strategis yang sempat terganggu akibat konflik.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, prospek tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang menopang harga emas dalam dua hari terakhir.

“Penurunan suku bunga jangka pendek dan harga energi membuat kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga tahun ini menjadi lebih kecil,” ujarnya.

Meredanya ketegangan di Timur Tengah langsung menekan harga minyak. Kontrak Brent bahkan turun di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret, setelah anjlok hampir 5% sehari sebelumnya.

Penurunan harga energi membuat pasar mulai mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Desember kini turun menjadi sekitar 60%, dari sekitar 70% pada pekan lalu.

Sebelumnya, lonjakan harga minyak akibat konflik AS-Israel dan Iran sempat membebani pasar emas karena memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia tersebut cenderung kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan Rabu waktu setempat.

Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena merupakan keputusan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,3% menjadi US$70,22 per ons troi. Platinum melesat 2,8% ke US$1.816,65 per ons troi, sementara paladium menguat 0,7% menjadi US$1.358,06 per ons troi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *