Ekonomi dan Bisnis

Harga Minyak Mentah Melonjak Lebih dari US$ 2 per Barel: Brent Naik US$ 2,30 dan WTI Menguat US$ 2,60

×

Harga Minyak Mentah Melonjak Lebih dari US$ 2 per Barel: Brent Naik US$ 2,30 dan WTI Menguat US$ 2,60

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Mentah
harga minyak mentah melonjak lebih dari US$ 2 per barel setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan tambahan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah target di wilayah Iran. Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, harga minyak mentah B

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Kamis (11/6/2026) Harga Minyak Mentah melonjak lebih dari US$ 2 per barel setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan tambahan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah target di wilayah Iran.

Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$ 2,30 atau 2,47% menjadi US$ 95,40 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat US$ 2,60 atau 2,89% ke level US$ 92,63 per barel.

Bahkan, pada awal perdagangan, kontrak WTI sempat melonjak lebih dari US$ 3 per barel. Komando Militer Gabungan Iran pada Kamis mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak maupun kapal komersial.

Iran juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran serangan.

Namun demikian, militer AS menyatakan kapal-kapal komersial masih terus melakukan pelayaran keluar masuk Selat Hormuz.

Militer AS juga membantah laporan media pemerintah Iran yang menyebut kapal perang AS di sekitar Selat Hormuz telah menjadi target serangan rudal dan drone Iran.

Ketegangan meningkat setelah pasukan AS kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu (10/6) malam waktu setempat.

Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi terbaru konflik yang berisiko memicu kembali perang terbuka antara kedua negara setelah gencatan senjata rapuh yang tercapai pada awal April lalu.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global.

Dalam kondisi normal, sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut.

Blokade yang dilakukan Iran selama beberapa bulan terakhir telah menjadi faktor utama yang menjaga harga minyak tetap tinggi di pasar internasional.

Di sisi lain, data terbaru dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan, persediaan minyak mentah AS terus mengalami penurunan.

EIA melaporkan stok minyak mentah AS turun 7,2 juta barel menjadi 426,5 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni 2026.

Penurunan tersebut lebih besar dibandingkan ekspektasi analis dalam survei Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 4 juta barel.

Secara keseluruhan, persediaan minyak mentah AS, termasuk cadangan strategis, telah menyusut sekitar 79 juta barel sejak konflik Iran pecah pada 28 Februari 2026.

Penurunan tersebut terjadi ketika AS berupaya mengisi kekosongan pasokan global akibat terganggunya arus distribusi energi melalui Selat Hormuz.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *