Topikseru.com, Jakarta – Timnas Indonesia berhasil memperbaiki posisinya dalam peringkat dunia FIFA setelah meraih kemenangan 1-0 atas Timnas Mozambik pada laga uji coba FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026 malam.
Dilansir dari laman resmi FIFA, kemenangan tersebut mengantarkan Skuad Garuda naik satu tingkat ke posisi 118 dunia. Sebelumnya, Indonesia berada di peringkat 119.
Tambahan 5,69 poin dari kemenangan atas Mozambik membuat Indonesia kini mengoleksi total 1.157,14 poin. Posisi Indonesia pun semakin dekat dengan dua negara yang berada tepat di atasnya, yakni Gambia dan Sudan.
Sementara itu, kekalahan dari Indonesia berdampak pada posisi Mozambik di ranking FIFA. Tim berjuluk Os Mambas tersebut harus turun dua tingkat ke peringkat 103 dunia.
Mozambik kini mengumpulkan 1.218,62 poin setelah kehilangan 5,69 poin akibat kekalahan dari Timnas Indonesia.
Kenaikan peringkat ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan Timnas Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan performa di bawah persaingan sepak bola internasional. Hasil tersebut juga memperkuat posisi Indonesia dalam upaya menembus jajaran 100 besar dunia FIFA pada masa mendatang
Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030
Pelatih timnas Mozambik Chiquinho Conde optimis an yakin dengan kualitas yang ditunjukkan timnas Indonesia saat ini dapat lolos ke Piala Dunia 2030 di Maroko, Portugal, dan Spanyol.
Keyakinan ini dikatakan Conde setelah timnya menelan kekalahan 0-1 dari Indonesia akibat gol tunggal Ole Romeny pada FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa.
“Saya pikir begitu, Indonesia, dengan staf pelatih seperti yang mereka miliki sekarang, saya pikir dengan pemain-pemain yang bagus dan kuat, dan mereka pasti akan mampu lolos pada tahun 2030,” kata Conde dalam jumpa pers pascapertandingan di SUGBK, Selasa.
Seperti Indonesia, Mozambik juga belum pernah bermain dalam Piala Dunia.
Pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia gagal menembus putaran final setelah dikalahkan Arab Saudi dan Irak dalam babak kualifikasi putaran keempat zona Asia, sementara Mozambik gagal karena hanya finis di peringkat ketiga klasemen Grup G babak kualifikasi zona Afrika di bawah Aljazair dan Uganda.
“Semoga kita bertemu di Portugal, Spanyol dan Maroko. Mozambik dan Indonesia berada di grup yang sama,” ucap Conde.
Pria yang diangkat menjadi pelatih kepala Mozambik pada Juli 2021 ini juga memuji suporter tim Garuda.
Pada malam ini, jumlah suporter Garuda yang hadir di SUGBK sebanyak 29.889 ribu. Jumlah ini meningkat dibandingkan saat Indonesia menang 3-0 atas Oman, Jumat lalu, yang dihadiri 23.677 ribu penonton.
“Para penonton bersorak sangat, sangat antusias untuk tim Indonesia, yang sangat bagus untuk tim yang sedang berkembang.”
“Saya pikir itulah yang mendefinisikan sebuah tim. Bukan hanya para pemain, harus ada simbiosis antara para pemain, penonton, dan seluruh struktur,” kata dia.
Pelatih kepala tim nasional Mozambik, Chiquinho Conde, melontarkan pujian setinggi langit atas penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Timnas Indonesia. Pengakuan tersebut disampaikan setelah tim asuhannya takluk 0-1 dalam laga FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa.
Hasil minor dari gol tunggal Ole Romeny tersebut menjadi kekalahan keempat beruntun bagi Mozambik setelah sebelumnya mereka juga tumbang dari Oman, Nigeria, dan Kamerun. Chiquinho Conde mengakui bahwa ia sempat menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih hati-hati, namun permainan menekan dari Timnas Indonesia membuat rencana tersebut berantakan. “Saya rasa tim Indonesia tampil sangat kuat, sangat kuat,” kata Conde, Rabu (10/6/2026).
“Kami tahu bahwa, setelah kekalahan melawan Oman, kami harus lebih berhati-hati dalam fase membangun serangan awal untuk menghindari kesalahan, dan semuanya berjalan sebaliknya.”
“(Pada babak pertama) Kami tidak bisa membangun permainan secara efektif, tim menjadi tidak seimbang, dan tim Indonesia memanfaatkan kesempatan itu dan mencetak gol yang indah,” tambah dia.
Evaluasi dan Proyeksi Masa Depan Memasuki babak kedua, pria berusia 60 tahun itu melakukan penyesuaian taktik yang membuat permainan menjadi lebih berimbang.
Meski kecewa dengan skor akhir, ia mengaku cukup puas karena periode FIFA Matchday ini menjadi ajang yang krusial untuk menguji pemain-pemain baru. “Dalam pertandingan pertama melawan Oman kami menggunakan enam pemain baru yang telah debut di tim nasional A. Tiga di antaranya bermain untuk tim nasional dua kali.”
“Jadi, pertandingan-pertandingan FIFA ini sangat bermanfaat bagi saya untuk mengamati pemain-pemain baru untuk masa depan,” kata pelatih yang ditunjuk menangani Mozambik pada Juli 2021 itu.










