- Rabu (17/6/2026) nilai tukar rupiah di pasar spot masih tertekan di pasar spot.
- Nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.
- Ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,06% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.
Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan tengah hari ini. Rabu (17/6/2026) nilai tukar rupiah di pasar spot masih tertekan di pasar spot.
Nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.736 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,06% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.725 per dolar AS.
Pergerakan rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia. Hingga pukul 12.00 WIB, rupee India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,12%.
Disusul, yen Jepang yang terkerek 0,1%. Selanjutnya ada dolar Taiwan terangkat naik 0,08%. Lalu, ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang sama-sama terangkat 0,05%.
Berikutnya, baht Thailand menanjak 0,03% dan oesi Filipina terapresiasi 0,008%. Lalu ada yuan China yang naik 0,007%.
Kemudian, dolar Hong Kong menguat tipis 0,004% terhadap the greenback di siang ini.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,29%.
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bergerak di Kisaran Rp 17.580 hingga Rp 17.800 per Dolar AS
Setelah rally penguatan terjadi beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global.
Mengutip data Bloomberg, rupiah spot ditutup pada level Rp 17.725 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (16/6/2026), melemah 0,09% dibandingkan penutupan pasar Senin kemarin yang ada di Rp 17.709 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) tercatat menguat 0,33% pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026) menjadi Rp 17.921 per dolar AS.
Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh kembali menguatnya dolar AS setelah muncul keraguan pasar terkait prospek perdamaian antara AS dan Iran.
Hal ini menyusul teks kesepakatan damai atau MoU (Memorandum of Understanding) antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang belum dipublikasikan.
“Sejak semalam, banyak pernyataan yang dirilis yang menyebabkan keraguan pasar terhadap perdamaian AS dan Iran. Ini mendorong dollar AS menguat lagi terhadap nilai tukar lainnya,” ujar Ariston.
Hingga saat ini AS dan Iran juga belum merilis rincian resmi terkait poin-poin perdamaian yang diklaim telah disepakati.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar masih menunggu kepastian lebih lanjut. Ariston mengatakan, isu hubungan AS dan Iran masih akan menjadi fokus utama pasar keuangan global sepanjang pekan ini.
Ketidakjelasan perkembangan negosiasi kedua negara berpotensi menjaga permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.
“Pasar menantikan kejelasan perdamaian AS dan Iran,” katanya.
Dengan faktor di atas, untuk perdagangan Rabu (17/6), Ariston memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.580 hingga Rp 17.800 per dolar AS.












