Olahraga

PSSI Ambil Alih Biaya Hotel Peserta Piala AFF U-19 2026, Polemik Akomodasi di Sumut Berakhir?

×

PSSI Ambil Alih Biaya Hotel Peserta Piala AFF U-19 2026, Polemik Akomodasi di Sumut Berakhir?

Sebarkan artikel ini

Ketidakpastian Pembiayaan Hotel Peserta Membuat PSSI dan Panitia Lokal Turun Tangan

Biaya Akomodasi Piala AFF U-19 2026
Ilustrasi - PSSI memastikan menanggung biaya akomodasi peserta Piala AFF U-19 2026 di Sumatera Utara setelah muncul polemik terkait pembiayaan hotel

Topikseru.com, Medan – Persatuan Sepak Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan akan menanggung biaya akomodasi seluruh tim peserta ASEAN U-19 Boys Championship 2026 atau Piala AFF U-19 2026 yang berlangsung di Sumatera Utara pada 1-13 Juni 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah muncul polemik terkait pembiayaan hotel sejumlah kontingen peserta yang sebelumnya disebut menjadi bagian dari komitmen bersama antara Pemerintah Kota Medan dan panitia lokal.

Sekretaris PSSI Sumatera Utara, Yosephine, mengatakan PSSI bersama panitia pelaksana daerah akhirnya mengambil alih tanggung jawab tersebut demi memastikan penyelenggaraan turnamen internasional tetap berjalan lancar.

“Kami bersama panitia lokal sudah mengambil alih tanggung jawab tersebut,” ujar Yosephine di Medan, Rabu (3/6/2026).

PSSI Pilih Jaga Nama Baik Indonesia

Menurut Yosephine, keputusan tersebut diambil karena tidak adanya kepastian terkait pembiayaan akomodasi dari pihak yang sebelumnya disebut memiliki komitmen terhadap kebutuhan hotel peserta.

Meski demikian, PSSI memilih fokus pada kelancaran kompetisi dibanding memperpanjang polemik yang berpotensi mengganggu jalannya turnamen.

Dia menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan sepak bola usia muda tingkat Asia Tenggara tersebut harus tetap berjalan sesuai standar internasional.

“Bagi PSSI dan panitia lokal, penyelenggaraan harus berjalan dengan baik, apalagi ini menyangkut nama baik bangsa,” katanya.

Langkah cepat tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga kenyamanan seluruh delegasi negara peserta yang datang ke Indonesia untuk mengikuti kompetisi resmi di bawah naungan federasi sepak bola Asia Tenggara.

Polemik Akomodasi Jadi Sorotan

Persoalan akomodasi peserta sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah muncul informasi mengenai keterlambatan pembayaran hotel yang berdampak pada sejumlah kontingen.

Isu tersebut berkembang di tengah pelaksanaan turnamen dan memunculkan kekhawatiran terkait kesiapan tuan rumah dalam menggelar ajang internasional.

Beberapa pihak menilai persoalan nonteknis seperti akomodasi berpotensi mencoreng citra Indonesia sebagai penyelenggara kompetisi sepak bola regional apabila tidak segera menyelesaikannya.

Dengan keputusan PSSI mengambil alih pembiayaan, seluruh peserta dipastikan tetap memperoleh fasilitas penginapan yang dibutuhkan selama mengikuti turnamen.

Pemkot Medan Tegaskan Hanya Bertanggung Jawab pada Fasilitas Olahraga

Di sisi lain, Pemerintah Kota Medan menegaskan sejak awal keterlibatannya dalam penyelenggaraan Piala AFF U-19 2026 berfokus pada penyediaan fasilitas olahraga.

Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, mengatakan pemerintah daerah telah mendukung pelaksanaan turnamen melalui penyediaan dan pembenahan sejumlah sarana olahraga.

Fasilitas yang disiapkan antara lain Stadion Teladan, Lapangan Taman Cadika, dan Lapangan Kebun Bunga yang digunakan untuk mendukung kebutuhan pertandingan maupun latihan peserta.

“Pemerintah kota setempat menyediakan fasilitas seperti Stadion Teladan, Lapangan Cadika dan Lapangan Kebun Bunga,” ujar Wiriya.

Namun, menurut dia, tidak pernah ada pembahasan maupun kesepakatan yang mengatur pembiayaan akomodasi peserta oleh pemerintah daerah.

“Kami hanya menyiapkan fasilitas olahraga seperti pembenahan Stadion Teladan maupun lapangan,” katanya.

AFF U-19 Jadi Ajang Strategis Talenta Muda ASEAN

ASEAN U-19 Boys Championship 2026 menjadi salah satu turnamen sepak bola kelompok umur paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara.

Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara regional, tetapi juga panggung bagi pemain-pemain muda untuk menunjukkan kualitas mereka sebelum menembus level profesional maupun tim nasional senior.

Karena itu, kelancaran penyelenggaraan, termasuk aspek akomodasi, transportasi, dan fasilitas pendukung lainnya, menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas Indonesia sebagai tuan rumah ajang internasional.

Dengan adanya kepastian pembiayaan dari PSSI dan panitia lokal, fokus penyelenggaraan kini diharapkan kembali tertuju pada pertandingan dan perkembangan talenta muda sepak bola ASEAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *