DaerahNews

4 Pimpinan Organiasi Cipayung Plus Ditangkap, Menguat Dugaan Jebakan dan Pembungkaman

×

4 Pimpinan Organiasi Cipayung Plus Ditangkap, Menguat Dugaan Jebakan dan Pembungkaman

Sebarkan artikel ini
pimpinan cipayung plus ditangkap
Ilustrasi - pembungkaman aksi mahasiswa.

Ringkasan Berita

  • Menyikapi informasi yang beredar, Ketua BPC Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) periode 2003 – 2005 Sutrisno P…
  • "Kami justru menduga mahasiswa dijebak oleh pihak tertentu, untuk tujuan pembungkaman, dan pembunuhan karakter," kata…
  • Patut menduga sebagai reaksi dari pihak tertentu yang terganggu dengan kegiatan/ aksi organisasi mahasiswa tersebut b…

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Penangkapan pimpinan organisasi yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus di Kota Medan merebak. Beredar informasi bahwa pimpinan organiasi mahasiswa ini ditangkap tangan dalam dugaan suap terhadap pejabat.

Menyikapi informasi yang beredar, Ketua BPC Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) periode 2003 – 2005 Sutrisno Pangaribuan menilai terlalu dini bila ada pernyataan yang menyimpulkan kasus ini sebagai pemerasan.

Dia bahkan menaruh curiga ada dugaan pengondisian terhadap para pimpinan organisasi mahasiswa itu.

“Kami justru menduga mahasiswa dijebak oleh pihak tertentu, untuk tujuan pembungkaman, dan pembunuhan karakter,” kata Sutrisno di Medan, Rabu (7/8).

Politikus PDI Perjuangan ini meyakini bahwa aktivis mahasiswa belum punya kecakapan, keahlian, dan keberanian memeras pejabat.

Sutrisno justru menduga narasi terkait dugaan pemerasan ini sebagai upaya terstruktur, sistematis dan masif, untuk membungkam gerakan mahasiswa dengan pembunuhan karakter dan penghancuran kredibilitas.

“Kita patut menduga bahwa penangkapan pimpinan (ketua) organisasi mahasiswa tersebut berkaitan dengan aksi yang mereka gelar sebelumnya. Patut menduga sebagai reaksi dari pihak tertentu yang terganggu dengan kegiatan/ aksi organisasi mahasiswa tersebut baru- baru ini,” ujar Sutrisno Pangaribuan.

“OTT ini patut kita duga bertujuan untuk membungkam, menertibkan organisasi mahasiswa di Medan,” tambahnya.

Baca Juga  Polisi Bongkar Komplotan Begal Modus Kencan di Medan, Dalangnya Pasutri Muda!

Karena itu, Sutrisno meminta seluruh aktivis mahasiswa di Medan dan Sumut agar jangan mau terpengaruh tuduhan pemerasan yang sengaja beredar.

Semua narasi tentang pemerasan mulai beredara dan menduga sengaja muncul untuk memecah- belah aktivis mahasiswa di Medan.

“Maka seluruh aktivis dan gerakan mahasiswa harus bersatu, bergerak untuk menggalang kekuatan menghadapi kekuasaan politik yang otoriter,” kata Sutrisno.

Mantan anggota DPRD Sumut peride 2014 – 2019 ini menegaskan bahwa negara menjamin kebebasan berpikir kritis.

Menghalangi dan membungkam nalar kritis, kata dia, sebagai tindakan yang bertentangan dengan semangat berbangsa dan bernegara.

“Oleh sebab itu, pihak kepolisian membebaskan keempat pimpinan (aktivis) mahasiswa tersebut. Mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa yang sedang belajar, berjuang. Mereka menjadi aktivis mahasiswa karena tidak memiliki darah biru yang membuat mereka mudah mencapai sesuatu,” ujar Sutrisno.

Terjaring OTT

Sebelumnya, beredar informasi bahwa empat pimpinan organisasi kelompok Cipayung Plus Kota Medan tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Polisi membenarkan terkait informasi adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap empat ketua organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus itu.

Melansir tribunmedan, Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Medan Kompol Jama Kita Purba membenarkan bahwa pihaknya melakukan operasi tangkap tangan.

“Yang jelas OTT (operasi tangkap tangan) ada,” kata Kompol Jama Kita, Rabu (7/8).

Meski tidak menjelaskan secara detail tindak pidana dalam operasi tersebut, Kompol Jama kita mengatakan kasus tersebut terkait suap.

“Kira-kira demikian (suap),” ujar Jama Kita.(Cr1/topikseru.com)