Topikseru.com, Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan Lingkungan melalui berbagai program yang dijalankan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day yang diperingati setiap 5 Juni.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan pelayaran milik negara tersebut menggelar kegiatan penghijauan di sejumlah wilayah operasional serta mengembangkan pengelolaan limbah berbasis Ekonomi Sirkular guna mengurangi dampak lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon.
Tanam Lebih dari 200 Bibit Pohon di Wilayah Operasional
PELNI mengalokasikan lebih dari 200 bibit pohon untuk ditanam di sejumlah daerah operasional perusahaan, antara lain Ternate, Sampit, Parepare, dan Bima.
Program penghijauan tersebut bertujuan memperluas ruang terbuka hijau sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan daya serap karbon di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di masing-masing daerah guna memastikan keberlanjutan program dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan.
Menurut perusahaan, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas dampak positif program pelestarian lingkungan yang dijalankan.
Limbah Life Jacket Disulap Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Selain penghijauan, PELNI juga menjalankan inovasi pengelolaan limbah operasional dengan mendaur ulang life jacket atau jaket pelampung yang telah habis masa pakainya menjadi berbagai produk ramah lingkungan.
Limbah tersebut diolah menjadi tas dan sepatu yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi volume sampah operasional perusahaan.
Program ini merupakan implementasi nyata prinsip ekonomi sirkular, yakni memanfaatkan kembali material bekas agar tetap memiliki nilai guna dan tidak berakhir sebagai limbah.
Data perusahaan menunjukkan setiap produk yang dihasilkan mengandung sekitar 71 persen material hasil Daur Ulang life jacket.
Khusus untuk satu pasang sepatu hasil daur ulang, produk tersebut mampu memanfaatkan sekitar 227 gram material bekas, mencegah emisi karbon hingga 5,244 kilogram CO2-eq, serta menghemat penggunaan air mencapai 755,56 liter dibandingkan proses produksi konvensional.
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, mengatakan program keberlanjutan yang dijalankan perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, keluarga pengrajin yang terlibat dalam proses pengolahan limbah turut memperoleh tambahan pendapatan dari program tersebut.
Menariknya, sekitar 44 persen pengrajin yang terlibat merupakan perempuan, yang terdiri dari ibu rumah tangga dan anggota PKK di wilayah sekitar operasional perusahaan.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor Transportasi Laut, PELNI menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional dan pelestarian lingkungan. Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan limbah yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Anik.
ESG Jadi Bagian Strategi Bisnis Jangka Panjang
PELNI menilai keberlanjutan bukan lagi sekadar program sosial perusahaan, melainkan bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, perusahaan berupaya menghadirkan program yang mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
“Keberlanjutan bukan hanya menjadi komitmen perusahaan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kami kepada generasi mendatang. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami akan terus menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan nasional secara berkelanjutan,” kata Anik.
Ke depan, PELNI berharap berbagai program tersebut dapat membantu mengurangi limbah operasional, meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar wilayah kerja perusahaan, serta memperluas kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup.












