Topikseru.com, Medan – Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi penyanderaan seorang pegawai toko handphone di Kota Medan, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, seorang wanita terlihat menodongkan senjata tajam jenis parang ke leher pegawai toko hingga memicu kepanikan di lokasi kejadian.
Aksi dramatis tersebut disebut terjadi di toko ponsel PS Store pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Detik-detik Penyanderaan Terekam CCTV
Berdasarkan rekaman yang beredar luas di media sosial, pelaku mengenakan pakaian berwarna merah muda sambil membekap korban yang merupakan pegawai wanita berbaju hitam.
Tangan kiri pelaku terlihat menahan tubuh korban, sementara tangan kanannya menempelkan parang ke bagian leher korban.
Situasi sempat menegangkan sebelum akhirnya petugas keamanan dan warga sekitar berhasil menggagalkan aksi tersebut.
Korban kemudian berhasil menyelamatkan diri, sedangkan pelaku langsung diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Video kejadian itu pun cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan warganet.
Polisi Benarkan Kejadian
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, membenarkan adanya peristiwa penyanderaan tersebut.
Ia menjelaskan, pelaku berinisial AP (28), warga Kecamatan Medan Marelan.
Menurut polisi, pelaku datang ke toko untuk menemui salah satu pegawai berinisial A sebelum akhirnya terjadi keributan di depan toko.
“Selang beberapa menit terjadi keributan dan pelaku mengeluarkan parang dari dalam tasnya,” ujar Poltak, Minggu (19/4/2026).
Pelaku Mengaku Kesal Soal Transaksi HP
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku emosi karena merasa dirugikan dalam transaksi pembelian handphone yang dilihat melalui media sosial.
Pelaku disebut tertarik promo iPhone 13 dengan harga Rp2 juta yang diunggah akun TikTok toko tersebut.
Setelah melakukan pembayaran awal, pelaku mengaku kembali diminta mengirim sejumlah uang tambahan hingga total dana yang telah ditransfer mencapai sekitar Rp10 juta.
Karena handphone yang dipesan tidak kunjung diterima, pelaku mendatangi toko untuk meminta uangnya dikembalikan.
“Pelaku datang meminta pengembalian uang dan melakukan pengancaman menggunakan parang,” kata Poltak.
Pelaku Ditangkap, Polisi Dalami Kasus
Aksi penyanderaan berhasil dihentikan oleh pihak keamanan di lokasi. Pelaku kemudian diamankan tanpa adanya korban luka serius.
Saat ini, pelaku telah dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami motif lengkap kejadian tersebut, termasuk menelusuri kronologi transaksi antara pelaku dan pihak toko.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV tersebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi warganet.









