Topikseru.com, Jakarta – Venezuela diguncang dua gempa bumi beruntun dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu (24/6) sore waktu setempat atau pada 25 Juni 2026 sekitar pukul 05:04:35 WIB.
Laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan dua gempa Venezuela hanya berselang 39 detik.
“Gempa bumi ini adalah peristiwa kedua dalam rangkaian gempa ganda,” demikian laporan USGS.
“Gempa utama berkekuatan 7,5 ini didahului 39 detik oleh gempa pendahulu berkekuatan 7,2,” kata USGS, dilansir AFP.
Gempa-gempa tersebut terjadi dalam waktu satu menit di lokasi yang berjarak sekitar 45 kilometer dan pada kedalaman yang berbeda.
Gempa M7.2 terjadi di Venezuela pada 24 Juni 2026 pukul 18:04:35 Waktu setempat atau pada 25 Juni 2026 sekitar pukul 05:04:35 WIB. Gempa ini memiliki mekanisme Strike-slip.
Gempa M7.5 terjadi di Venezuela pada 24 Juni 2026 pukul 18:05:12 Waktu setempat atau pada 25 Juni 2026 sekitar pukul 05:05:12 WIB. Gempa ini merupakan gempa utama dari kejadian gempa Doublet di Venezuela.
Imbas dua gempa dahsyat ini, sejumlah bangunan di Caracas runtuh, bahkan terasa hingga ke Kolombia.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, telah menyatakan keadaan darurat pascagempa. Namun pemerintah belum memberi angka resmi terkait korban jiwa, luka-luka, maupun kerusakan yang terjadi.
USGS memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan berkisar antara 10 ribu hingga 100 ribu orang.
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan keadaan darurat pasca gempa bumi beruntun yang terjadi pada Rabu (24/6).
Ibu kota Caracas, Venezuela, diguncang dua kali gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter pada Rabu sore waktu setempat.
Selain dua gempa besar, belasan gempa susulan juga mengguncang negara itu hingga menyebabkan bangunan runtuh di ibu kota Caracas dan lokasi lainnya.
Dalam pernyataannya di televisi pemerintah, Rodriguez mengatakan bahwa ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas.
Meski demikian dia tidak menyebutkan jumlah resmi korban tewas maupun korban luka.
Bandara Simon Bolivar di Maiquetia, dekat Caracas, juga ditutup karena kerusakan.
Sebelumnya laporan Survei Geologi AS (USGS) memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan berkisar antara 10 ribu hingga 100 ribu orang.
Ada bangunan, rumah, dan tempat tinggal yang runtuh. Kami sedang menangani semuanya dengan segala yang kami miliki dalam hal keamanan, bantuan sipil. Dinas pemadam kebakaran dan polisi semuanya telah diaktifkan,” kata Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello.
Jumlah Korban Tewas Diduga Ribuan Orang
Sejumlah orang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan usai gempa magnitudo 7,2 melanda ibu kota Caracas, Venezuela, pada Rabu (24/6).
Gempa yang terjadi pada Rabu sore itu diperkirakan menyebabkan korban jiwa yang besar dan kerusakan meluas di seluruh wilayah negara Amerika Selatan tersebut.
“Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi, dan bencana ini kemungkinan meluas,” demikian pernyataan Survei Geologi AS (USGS)
USGS memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan berkisar antara 10 ribu hingga 100. Meski demikian pemerintah Venezuela belum memberikan laporan resmi terkait jumlah korban jiwa atau luka-luka.
“Ada bangunan, rumah, dan tempat tinggal yang runtuh. Kami sedang menangani semuanya dengan segala yang kami miliki dalam hal keamanan, bantuan sipil. Dinas pemadam kebakaran dan polisi semuanya telah diaktifkan,” kata Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello.
Di wilayah Caracas timur, Wali Kota Gustavo Duque mengatakan dua bangunan runtuh, 16 orang terluka dan ada korban jiwa. Namun ia tak menyebut berapa jumlah korban meninggal dunia.
“Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” kata Duque.












