Topikseru.com, Medan – Sebanyak 71 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas I Medan mengikuti kegiatan skrining kesehatan sebagai upaya deteksi dini penyakit menular dan tidak menular, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Puskesmas Helvetia, Medan Plus, dan Galatea. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tenaga medis profesional.
Tes HIV hingga Gula Darah
Dalam pelaksanaannya, warga binaan Lapas Medan menjalani berbagai jenis pemeriksaan, mulai dari tes HIV, sifilis, hingga pengecekan kadar gula darah. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan antusias.
Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Medan, Prayoga Yunanda, menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam program pembinaan di dalam lapas.
“Kesehatan warga binaan harus menjadi perhatian utama. Dengan kondisi kesehatan yang baik, proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Antisipasi Penyebaran Penyakit
Menurut Prayoga, kegiatan skrining ini juga berfungsi sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi penyebaran penyakit, terutama di lingkungan lapas yang memiliki tingkat hunian tinggi.
“Melalui skrining rutin, kami ingin memastikan seluruh warga binaan memperoleh hak pelayanan kesehatan yang layak sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan,” tambahnya.
Edukasi Pola Hidup Sehat
Tak hanya pemeriksaan medis, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi. Warga binaan Lapas Medan diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat, pemeriksaan berkala, serta upaya pencegahan penyakit menular.
Pihak lapas menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif melalui peningkatan layanan kesehatan.













