Nasional

Monsun Australia Menguat, Suhu di Indonesia Ada yang Tembus 37 Derajat Celcius

×

Monsun Australia Menguat, Suhu di Indonesia Ada yang Tembus 37 Derajat Celcius

Sebarkan artikel ini
BMKG
BMKG peringatkan potensi suhu panas.(Foto: Topikseru/ Istimewa)

Topikseru.com, Medan – Cuaca panas terik dengan catatan Suhu sangat tinggi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, ada wilayah yang suhunya mencapai 37 derajat Celsius.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan penguatan Monsun Australia dalam beberapa hari ke depan akan membawa udara lebih kering sekaligus membuat cuaca semakin panas di sejumlah wilayah.

“Kondisi ini berpotensi membawa massa udara yang lebih kering dari Australia ke wilayah Indonesia, sekaligus mengindikasikan bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan secara bertahap dari musim hujan menuju musim kemarau,” kata BMKG dalam laman resminya, dikutip Rabu (6/5/2026).

Monsun Australia sering disebut juga angin muson timur. Angin ini rata-rata berhembus dari arah timur hingga tenggara, berasal dari Benua Australia menuju Benua Asia.

Angin ini melewati wilayah Indonesia setiap tahunnya pada periode April hingga Oktober.

Dampak monsun Australia adalah indikator terjadinya musim kemarau di wilayah Indonesia. Pasalnya, pada periode ini, intensitas Matahari cenderung berada di belahan Bumi bagian utara, pada Benua Asia yang banyak menerima pemanasan Matahari.

BMKG mencatat, cuaca panas terik dengan suhu tinggi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Menurut data BMKG, beberapa wilayah mencatatkan suhu maksimum harian mencapai lebih dari 35 derajat Celsius.

Suhu maksimum harian tertinggi hingga Senin (4/5/2026) tercatat di Berau, Kalimantan Timur (37,1 derajat Celsius) dan Bulungan, Kalimantan Utara (35,9 derajat Celsius).

Merujuk catatan BMKG, pada periode 1-2 Mei, wilayah yang mencatatkan rekor panas paling tinggi ada di Stasiun Meteorologi Tanah Merah, Boven Digoel, Papua (36,0 derajat Celcius); Stasiun Meteorologi Budiarto, Curug, Banten (35,2 derajat Celcius); Halim Perdana Kusuma TNI AU, Jakarta Timur, DKI Jakarta (35,0 derajat Celcius); serta Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur (35,0 derajat Celcius).

Pada hari berikutnya, giliran wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang mencatatkan suhu panas tertinggi, di antaranya, Stasiun Meteorologi Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur (37,1 derajat Celcius, Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Bulungan, Kalimantan Utara (35,9 derajat Celcius), Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (35,4 derajat Celcius), Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (35,4 derajat Celcius), dan Stasiun Meteorologi Sanggu, Barito Selatan, Kalimantan Tengah (35,2 derajat Celcius)

Sementara itu di Medan, Sumatera Utara, cuaca pada Rabu (6/5/2026) berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada 6 Mei 2026 • 12.30 WIB hingga 6 Mei 2026 • 16.00 WIB

Berdasarkan data BMKG 6 Mei 2026, cuaca di Kota Medan umumnya berawan hingga hujan ringan dengan suhu berkisar \(24\)–\(32\)°C. Waspada potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah pada siang atau sore hari dengan kelembapan tinggi, mencapai 99%.

Berikut adalah perkiraan detail cuaca Medan:

  • Pagi: Cerah berawan hingga berawan tebal, dengan suhu sejuk di kisaran \(24\)–\(26\)°C.
  • Siang/Sore: Berpotensi hujan ringan di sebagian besar wilayah, dengan suhu mencapai puncaknya hingga \(32\)°C.
  • Malam: Umumnya berawan, dengan kelembapan yang cukup tinggi membuat suasana terasa lembap.

Untuk informasi cuaca yang lebih spesifik per jam, Anda dapat memantau layanan prakiraan cuaca BMKG.

Meski suhu panas tidak terjadi hari ini, namun warga Medan harus tetap waspada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *