Nasional

BMKG Ungkap Musim Kemarau Tahun ini 3 Hingga 7 Bulan

×

BMKG Ungkap Musim Kemarau Tahun ini 3 Hingga 7 Bulan

Sebarkan artikel ini

Sumut Hari Ini Hujan Deras

BMKG kemarau 2026
Ilustrasi - Petani mengamati tanaman padi berumur sekitar dua bulan yang mengalami kekeringan akibat kemarau di desa Pekan Biluy, Kecamatan Darul Kamal, kabupaten Aceh Besar, Aceh. Foto: Antara

Topikseru.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi durasi musim kemarau tahun ini di sejumlah daerah berpotensi lebih panjang dari biasanya. Selain itu, musim kemarau juga diprakirakan akan lebih kering.

Menurut prakiraan BMKG, durasi musim kemarau tahun ini berlangsung antara tiga hingga tujuh bulan, tergantung wilayahnya.

Oleh karena itu, BMKG mengatakan bakal terus memperbarui informasi mengenai iklim, kondisi hari tanpa hujan, hingga potensi kekeringan kepada pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi.

BMKG, dalam Buku Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia, memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia atau sebanyak 400 Zona Musim (57,2 persen) mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya.

“Musim kemarau di Indonesia diprediksi memiliki durasi yang bervariasi dengan wilayah Sumatera dan Kalimantan umumnya berdurasi pendek sedangkan wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara umumnya berdurasi panjang,” kata BMKG dalam Buku Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia.

Wilayah yang diprediksi bakal mengalami kemarau lebih panjang meliputi:
Sebagian besar Sumatra
– Sebagian besar Jawa
– Bali
– Nusa Tenggara Barat
– Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
– Sebagian besar Kalimantan
– Sebagian besar Sulawesi
– Sebagian besar Maluku Utara
– Maluku
– Sebagian Papua Barat Daya
– Sebagian Papua Barat
– Papua Pegunungan
– Sebagian Papua Selatan

Kemunculan El Nino

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani juga mengungkap potensi kemunculan El Nino di Indonesia tahun ini. Menurut Faisal, prediksi tersebut sudah disampaikan BMKG sejak Maret dan diperkuat oleh keterangan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni ini.

“Kami telah menyampaikan sejak bulan Maret bahwa tahun ini akan terjadi fenomena El Nino. Kemudian pada tanggal 2 Juni kemarin, WMO juga telah merilis bahwa El Nino akan terjadi pada tahun 2026,” kata Faisal, melansir laman resmi BMKG.

Ia menegaskan bahwa El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomena berbeda, tapi keduanya dapat mempengaruhi kondisi curah hujan di Indonesia.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga akhir Mei 2026, indeks ENSO telah mencapai +1,0 yang menunjukkan kondisi El Nino, sementara sekitar 28 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Daftar Wilayah Potensi Hujan Lebat Hari Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan 6-8 Juni 2026. Dalam peringatan tersebut, sejumlah wilayah di Tanah Air berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada awal pekan ini.

Beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara, Maluku, hingga Papua berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini, Senin (8/6/2026).

Dalam prediksi tersebut, tidak ada wilayah yang berpotensi diguyur hujan sangat lebat atau ekstrem. Prakiraan BMKG juga menyebut tidak ada wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang.

BMKG menyebut analisis indikator iklim global terkini menunjukkan kondisi El Niño di Samudra Pasifik, yang terlihat dari indeks Niño 3.4 sebesar +0,69 dan nilai SOI sebesar -16,0.

Kondisi ini umumnya berdampak pada pengurangan potensi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

“Meskipun demikian, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah,” kata BMKG dalam perkiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 5-11 Juni.

Pada periode ini, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi berada pada fase 7 (Western Pacific) hingga fase 8 (Western Hemisphere and Africa) sehingga kurang berpengaruh terhadap wilayah Indonesia. Meski demikian, pengaruh konvektif MJO masih diprediksi aktif di Papua bagian tengah hingga timur.

Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diprakirakan aktif di Sumatra bagian utara.

Kemudian, sirkulasi siklonik berpotensi terbentuk di Samudra Pasifik utara Papua dan membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Papua Pegunungan hingga Papua Tengah.

Selain itu, labilitas atmosfer yang kuat berpotensi mendukung proses konvektif lokal di Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Sederet aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Berikut daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat hari ini, Senin (8/6/2026):
– Aceh
– Sumatra Utara
– Sumatra Barat
– Riau
– Kep. Riau
– Jambi
– Sumatra Selatan
– Kep. Bangka Belitung
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Tengah
– Kalimantan Timur
– Sulawesi Utara
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Barat
– Maluku Utara
– Maluku
– Papua Barat Daya
– Papua Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *