Topikseru.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan suatu negara tidak ditentukan oleh kemampuannya menghindari persoalan, melainkan dari keberanian menghadapi serta menyelesaikan berbagai tantangan secara terbuka dan bertanggung jawab.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Jakarta, Minggu. Dalam pidatonya, Presiden menyoroti pentingnya budaya pemerintahan yang terbuka terhadap kritik, masukan, dan evaluasi publik.
Menurut Prabowo, setiap kesulitan harus dihadapi dengan sikap jujur dan keberanian mencari solusi, bukan justru ditutupi atau dihindari.
“Kesulitan itu harus dihadapi. Kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan,” ujar Prabowo di hadapan peserta sarasehan.
Pemerintah Janji Tindak Lanjuti Masukan Akademisi
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo Subianto juga merespons berbagai usulan dan pertanyaan yang disampaikan kalangan rektor, akademisi, serta pelaku industri selama forum berlangsung.
Dia memastikan seluruh masukan yang diterima akan dipelajari sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pembangunan nasional.
“Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu per satu akan saya perhatikan,” kata Prabowo.
Presiden menyebut pandangan mengenai pentingnya keterbukaan terhadap persoalan lahir dari berbagai pengalaman dan masukan yang diterimanya selama ini.
Menurut dia, organisasi, masyarakat, maupun negara yang berhasil adalah pihak yang mampu mengenali kekurangan secara jujur lalu mengambil langkah nyata untuk memperbaikinya.
“Negara yang sukses adalah yang berani mengetahui, mencari kesulitan dan kekurangan, lalu mengatasinya,” tuturnya.
Prabowo Soroti Kebebasan Akademik di Kampus
Selain membahas tata kelola pemerintahan, Prabowo juga menyinggung pentingnya menjaga kebebasan akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Dia menilai perbedaan pandangan di kampus merupakan hal yang wajar selama diarahkan untuk menghasilkan inovasi, riset, dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang terbuka bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan rakyat.
Prabowo juga menekankan bahwa seluruh ekosistem pendidikan, baik negeri maupun swasta, pada dasarnya mendapat dukungan negara melalui berbagai bentuk subsidi.
“Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa lembaga pendidikan swasta juga turut menikmati dukungan negara, termasuk subsidi listrik, subsidi bahan bakar minyak (BBM), serta berbagai kebijakan pemerintah lainnya.
Fokus pada Sains dan Teknologi untuk Kepentingan Publik
Pidato Prabowo dalam forum tersebut menegaskan arah pemerintah yang ingin memperkuat peran sains dan teknologi dalam pembangunan nasional.
Presiden berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan formal, tetapi juga menjadi motor lahirnya solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Dalam konteks itu, keterbukaan terhadap kritik dan keberanian mengevaluasi kekurangan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola negara yang lebih efektif dan adaptif.












