Sumut

10.500 Kecambah Sawit Indonesia Diekspor ke Kolombia

×

10.500 Kecambah Sawit Indonesia Diekspor ke Kolombia

Sebarkan artikel ini

Simbol Diplomasi Pertanian Lintas Benua

Karantina
Petugas Karantina Sumut melakukan pemeriksaan kecambah kelapa sawit secara ketat di Laboratorium Timbang Deli.(Foto: Topikseru.com/ Biro Hukum dan Humas BKI)
Intinya Sih
  • Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara, Satuan Pelayanan Kualanamu menyertifikasi 10.
  • Benih dengan varietas unggul DxP Dami G-2 tersebut menuju Kolombia, Amerika Latin.
  • Ginting, menyampaikan pengiriman ini adalah bagian dari kuota ekspor 300 ribu butir benih sawit yang mendapat izin pengeluaran dari Pemerintah Republik Indonesia pada…
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI)

Topikseru.com, Medan – Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara, Satuan Pelayanan Kualanamu menyertifikasi 10.500 butir kecambah kelapa sawit. Benih dengan varietas unggul DxP Dami G-2 tersebut menuju Kolombia, Amerika Latin.

Kepala Karantina Sumut, Prayatno N. Ginting, menyampaikan pengiriman ini merupakan bagian dari kuota ekspor 300 ribu butir benih sawit yang telah mendapat izin pengeluaran dari Pemerintah Republik Indonesia pada April 2026. Hingga pertengahan Juni, realisasi ekspor telah mencapai 60.500 butir, dan pengiriman akan terus dilakukan bertahap hingga Agustus 2026.

“Kolombia memilih benih sawit Indonesia karena kualitas varietas DxP Dami G-2 yang produktif, seragam, dan tahan terhadap kondisi lingkungan. Indonesia kini bukan hanya produsen minyak sawit terbesar dunia, tetapi juga pusat keunggulan teknologi perbenihan,” ujar Ginting dalam siaran pers di Medan, Sumatra Utara, Kamis (18/6/2026).

Menurut Ginting, petugas Karantina memeriksa kecambah secara ketat di Laboratorium Timbang Deli. Standar yang diterapkan memastikan plumula (tunas) dan radikula (akar) tumbuh seimbang sepanjang 0,5 cm, menandakan vitalitas tinggi dan kesiapan untuk ditanam di tanah baru.

“Setelah memastikan kesesuaian standar ukuran, persyaratan sanitari dan fitosanitari, petugas Karantina menerbitkan sertifikat kesehatan atau fitosanitari (Phytosanitary Certificate). Sertifikat ini menjadi jaminan kesehatan untuk keberterimaan di negara tujuan,” jelasnya.

Ginting menerangkan, kelapa sawit asal Indonesia bebas dari penyakit cadang-cadang yang disebabkan oleh viroid cadang-cadang kelapa (CCCVd). Hasil pemeriksaan laboratorium benih bebas dari Fusarium oxysporum f.sp. elaeidis (penyakit layu pembuluh), Imperata cylindrica (alang-alang), Cleome rutidosperma (gulma maman lanang), dan Tirathaba mundella (penggerek tandan buah sawit).

“Ekspor ini menjadi simbol diplomasi pertanian lintas benua. Memperkuat citra Indonesia sebagai penyedia teknologi perbenihan berkelas dunia. Benih sawit unggul dari Sumatera Utara akan tumbuh menjadi pohon produktif di Kolombia. Sekaligus mempererat hubungan antarnegara melalui sektor agribisnis,” ujar Ginting.

Sementara itu, Topikseru.com mendata Varietas kelapa sawit DxP Dami G-2 (atau Dami Mas) diproduksi oleh PT Dami Mas Sejahtera, yang merupakan divisi perbenihan dan anak perusahaan dari Sinar Mas Agribusiness and Food (Golden Agri-Resources). Benih ini dikembangkan oleh pusat penelitian mereka, SMART Research Institute (SMARTRI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *