Sumut

Sumut Masuk 10 Besar Nasional untuk IPLM dan Kegemaran Membaca

×

Sumut Masuk 10 Besar Nasional untuk IPLM dan Kegemaran Membaca

Sebarkan artikel ini
Dinas Perpustakaan Sumut
Temu Pers bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponengoro Nomor 30 Medan, Kamis (23/4/2026).(Foto: Topikseru.com/ Dinas Kominfo Sumut)

Topikseru.com, Medan – Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sumatera Utara (Sumut) tahun 2025 menempati peringkat 10 secara nasional. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Sumut berada di posisi ke-9 nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Desni Maharani Saragih, dalam temu pers di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (23/4/2026).

“Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pembangunan literasi masyarakat dan tingkat gemar membaca di Sumut relatif makin kompetitif dibanding provinsi lainnya,” kata Desni.

Guna meningkatkan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip terus menggulirkan berbagai program strategis. Salah satunya mendukung Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), termasuk penambahan titik layanan bahan bacaan digital Sumut (Baca disumut) di wilayah Kepulauan Nias.

“Kami juga melakukan pembinaan perpustakaan SMA/SMK berupa peningkatan kualitas perpustakaan beberapa sekolah di Kepulauan Nias,” ujarnya.

Baca Juga  Anak Muda Diajak Pemprov Sumut Kuatkan Potensi Daerah Lewat Ekonomi Kreatif

Selain itu, sejumlah program unggulan lainnya turut dijalankan, seperti operasional perpustakaan keliling dan layanan terpadu perpustakaan sekolah yang menjangkau berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah rakyat di daerah terpencil. Program lain mencakup pengembangan pojok baca serta penyediaan bahan bacaan digital.

“Kami juga melaksanakan program peningkatan literasi dan kegemaran membaca dengan kegiatan Read Aloud untuk TK/PAUD, pelatihan storytelling, pelatihan membaca kritis, workshop literasi media, gerakan sepekan satu buku, lomba bertutur, penyelenggaraan pengawasan kearsipan, dan program lainnya,” ucap Desni.

Menurutnya, pembangunan literasi dan peningkatan kegemaran membaca tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Pembangunan literasi, tingkat kegemaran membaca, dan penguatan kearsipan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Sumut. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengambil peran dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat,” ujar Desni.