Sumut

Bupati Asahan Terima Penghargaan dari Mendagri

×

Bupati Asahan Terima Penghargaan dari Mendagri

Sebarkan artikel ini
Asahan
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar menerima piagam penghargaan dari Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.(Foto: Topikseru.com/ Dinas Kominfo Asahan)

Topikseru.com, Medan – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar menerima piagam penghargaan dari Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif Pemkab Asahan yang telah memberikan bantuan keuangan untuk upaya penanggulangan dan pemulihan pasca bencana alam di Kabupaten Bireun pada tahun 2026.

Penghargaan itu diberi saat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 yang digelar di Aula Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, pada Rabu pagi (23/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri  sejumlah pejabat tinggi, di antaranya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Gubernur serta Wakil Gubernur Sumatera Utara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi, para kepala daerah se-Sumatera Utara, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah provinsi dan Kabupaten Asahan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Baca Juga  Pemkab Asahan Luncurkan WhatsApp Resmi, Percepatan Penanganan Pengaduan Masyarakat

Usai menerima penghargaan, Bupati Taufik menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas apresiasi yang diberikan. Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan ke Kabupaten Bireun merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan memelihara semangat tolong-menolong antarwilayah.

“Penghargaan ini bukan milik pemerintah saja, tetapi menjadi kebanggaan bersama seluruh warga Asahan yang telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan akibat bencana. Semua upaya yang telah dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan mempercepat proses pemulihan kehidupan serta fasilitas umum di sana,” ujarnya.

Bupati Taufik juga berharap forum musyawarah ini dapat menghasilkan rancangan pembangunan yang tepat sasaran, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan pembangunan. “Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang baik, saya yakin program-program yang dirancang akan berjalan maksimal dan mendukung terwujudnya Kabupaten Asahan yang sejahtera, berlandaskan nilai-nilai agama, maju, serta berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, M Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya menyampaikan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah pada tahun 2027 akan berfokus pada enam aspek utama, yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, peningkatan produktivitas, penciptaan iklim yang kondusif bagi investasi, pengembangan industri yang memanfaatkan keunggulan wilayah, penguatan daya saing daerah, serta upaya pemulihan pasca bencana. Ia menjelaskan bahwa tahun 2027 menjadi tahap pengembangan lebih lanjut dari berbagai program yang telah dimulai sejak 2025, dengan tujuan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan hingga 2029.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, memberikan penilaian positif terhadap perkembangan pembangunan di Sumatera Utara. Ia menyebutkan bahwa berbagai indikator pembangunan memperlihatkan kemajuan yang baik, meskipun pemerataan hasil pembangunan di seluruh wilayah masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu capaian yang membanggakan, menurutnya, adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi ini yang telah mencapai angka 76,47, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sebesar 75,90. Angka ini mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang semakin baik dari sisi pendidikan, kesehatan, dan aspek kehidupan lainnya.

Kegiatan yang diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pembacaan teks kebangsaan, doa, penampilan seni budaya seperti atraksi lompat batu dan tarian kolosal, pemutaran video dokumentasi kemajuan daerah, hingga penampilan musik tradisional, berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan.