Sumut

Kasus Kanker Serviks di Sumut Tinggi, 100 ASN Ikuti Vaksinasi HPV

×

Kasus Kanker Serviks di Sumut Tinggi, 100 ASN Ikuti Vaksinasi HPV

Sebarkan artikel ini
Sumut
Aparatur Sipil Negara (ASN) antusias mengikuti kegiatan vaksinasi kanker serviks yang digelar Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sumut berkolaborasi dengan Biofarma, di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (6/5/2026).(Foto: Topikseru.com/ Dinas Kominfo Sumut)

Topikseru.com, Medan – Kasus kanker serviks di Sumut tergolong tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumut, pada tahun 2021 tercatat 213 kasus di Kota Medan. Kondisi ini menjadi perhatian Korpri untuk mendorong upaya perlindungan kesehatan ASN. Sekitar 100 ASN mengikuti vaksinasi HPV dosis pertama.

Vaksinasi kanker serviks bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) diselenggaakan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sumatera Utara (Sumut) bekerjasama dengan perusahaan Biofarma. ASN memanfaatkan kegiatan ini sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV).

“Kalau di Sumatera Utara itu cukup tinggi, kasus kematian kanker serviks ini nomor 2 setelah kanker payudara, sehingga kita perlu melakukan pencegahan secara dini dengan melakukan program vaksinasi,” kata Yosua Bao, Area Manager PT Biofarma Regional Sumatera, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (6/5/2026).

Sekitar 100 ASN mengikuti vaksinasi HPV dosis pertama. Selanjutnya, akan diberikan dosis kedua dan ketiga. Meski demikian, Biofarma bersama Korpri masih membuka kesempatan bagi ASN yang belum mengikuti dosis pertama pada pelaksanaan berikutnya.

“Kita lihat nanti waktu vaksinasi dosis kedua peserta masih antusias, kita akan buat vaksinasi dari awal untuk yang belum. Kalau vaksinasi dosis pertama saat ini ada sekitar 100 peserta,” kata Yosua.

Salah satu peserta, Nesya Sabrina, menyampaikan vaksinasi merupakan langkah penting dalam pencegahan kanker serviks. Menurutnya, perempuan memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga.

“Saya punya riwayat keluarga kanker serviks. Jadi ini salah satu upaya pencegahan karena rata-rata penderitanya itu tahu setelah kondisinya cukup berat, kebanyakan di stadium 3 dan itu sudah sulit. Itu pengalaman saya saat menemani ibu saya menjalani pengobatan,” kata Nesya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *