Sumut

Ibu Hamil di Tapanuli Selatan Ditandu Pakai Bambu ke RS Selama 6 Jam Sejauh 30 Km, Ibu Selamat, Bayi Meninggal Dunia

×

Ibu Hamil di Tapanuli Selatan Ditandu Pakai Bambu ke RS Selama 6 Jam Sejauh 30 Km, Ibu Selamat, Bayi Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Tapsel
Seorang ibu hamil di Tapanuli Selatan digotong dan ditandu oleh warga menuju rumah sakit, Sabtu (9/5/2026).(Foto: Topikseru.com/ Tangkap Layar Video Dok. Samsul Bahri Sihombing)

Topikseru.com, Tapanuli SelatanSeorang Ibu Hamil bernama Tuti Daulay warga Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terpaksa ditandu warga ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Sipirok menggunakan bambu, pada 9 Mei 2026.

Dalam video yang dibuat Samsul Bahri Sihombing yang beredar di media sosial, memperlihatkan sekitar 18 orang warga mengiringi perjalanan melelelahkan. Tuti ditandu dengan sebatang bambu dan diikat tali plastik ke keranjang rotan ditutupi kain batik. Warga selama 6 jam perjalanan menuju rumah sakit dengan jarak sekitar 30 kilometer.

Enam warga bergantian memikul Tuti. Hingga tiba di jalan utama kecamatan untuk melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju RSUD Sipirok di jalan Rumah Sakit nomor 1, Banjar Toba, Kelurahan Bagas Nagodang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Samsul Bahri Sihombing, seorang mantarai (sebutan dokter kampung di Tapanuli Selatan), menjelaskan, Sang ibu Tuti ditandu warga pada Sabtu, 9 Mei 2026. Awalnya ia dihubungi keluarga Tuti untuk memeriksa kondisi bayi di dalam kandungannya.

Namun, setelah Samsul memeriksa, bayi dalam kandungan Tuti diketahui telah meninggal dunia. Kemudian, ia merekomendasikan agar Tuti dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut.”Ternyata saya sampai di Dusun Aek Nabara, saya cek bayinya di dalam kandungan ibu itu sudah meninggal, menurut pengamatan saya. Makanya saya anjurkan dibawa ke rumah sakit. Makanya dibawa, digotonglah, ditandu rame-rame sekitar perjalanan 6 jam menempuh 30 kilometer biar sampai ke Kecamatan Sipirok,” kata Samsul saat dihubungi wartawan, Senin (11/5/2026).

Jalan Tanah Hanya Dapat Dilalui Sepeda Motor

Akses jalan tanah yang belum diaspal membuat Tuti terpaksa ditandu warga menggunakan bambu dan keranjang rotan. Karena hanya sepeda motor yang dapat melintasi jalan itu. Bahkan di sejumlah titik, hanya dapat dilewati dengan berjalan kaki.

Samsul menyebut sebanyak 20 warga membantu ibu tersebut secara bergantian karena akses jalan sempit dan masih berupa tanah.

“Roda dua saja pun jarang yang bisa lewat. Kalau pun bisa, dipaksakan warga. Jangankan pengaspalan, alat berat aja pun belum pernah masuk ke sana,” ujar Samsul.

Sesampainya di rumah sakit, proses persalinan dilakukan pada Minggu, 10 Mei 2026. Tuti berhasil diselamatkan, namun bayinya telah meninggal dunia. Meski melahirkan spontan tanpa operasi. “Persalinannyta berjalan, ternyata ibu itu sehat. Bayinya sudah meninggal dunia. Persis seperti pemeriksaan saya sebelum ibu hamil saya pinta dibawa ke rumah sakit,” imbuh Samsul.

Tak Ada Bidan Desa

Samsul menyebut di kampung tersebut tidak ada bidan yang bertahan karena jalan yang tidak memadai. Sehingga, hanya Samsul yang melakukan pengobatan terhadap warga yang mengalami masalah kesehatan.

Informasi dari Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan yang diterima Topikseru.com menjelaskan, di desa itu sebelumnya ada bidan desa. Namun lulus ASN PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) sehingga kini bekerja di Puskesmas yang jauh dari desa.

“Penerangan enggak ada. Bidan pun sudah pernah ditugaskan di sana enggak tahan orang itu. Langsung ngurus surat pindah,” ucap Samsul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *