Topikseru.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (17/5/2026).
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Nency Nindy, mengatakan kondisi cuaca tersebut diperkirakan terjadi di wilayah pegunungan, lereng timur, pantai timur, hingga pantai barat Sumatera Utara.
“Kepada masyarakat diimbau waspada potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang,” kata Nency di Medan, Sabtu (16/5/2026).
Fenomena Atmosfer Picu Pertumbuhan Awan Hujan
BMKG menjelaskan cuaca hujan di Sumut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer.
Salah satunya adalah fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada di fase 3 atau wilayah Samudra Hindia (Indian Ocean).
Selain itu, terdapat daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari pesisir timur hingga pesisir barat Sumatera Utara.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang terjadi pada Minggu pagi di sejumlah daerah, di antaranya:
- Medan
- Binjai
- Deli Serdang
- Karo
- Asahan
- Dairi
- Pematangsiantar
- Tanjungbalai
- Tebing Tinggi
- Labuhanbatu
- Labuhanbatu Utara
- Nias Selatan
- Serdang Bedagai
- Simalungun
- Toba
Prediksi Hujan Berlanjut Hingga Malam Hari
BMKG menyebut potensi hujan ringan masih dapat terjadi pada siang hingga sore hari di sebagian besar wilayah Sumut.
Kondisi serupa juga perkiraan berlangsung pada malam hari.
Sementara pada dini hari, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Nias dan Tapanuli Tengah.
Suhu Udara Capai 32 Derajat Celsius
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 16 hingga 32 derajat Celsius.
Tingkat kelembaban udara berada di angka 72 hingga 99 persen, dengan arah angin bertiup dari selatan ke barat dengan kecepatan 3 hingga 8 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat tetap berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, maupun pengguna jalan saat hujan deras terjadi.












