Topikseru.com, Medan – PT PLN (Persero) terus mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara (Sumut) setelah gangguan infrastruktur transmisi akibat Cuaca Ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.
Langkah terbaru yang dilakukan PLN Sumut adalah menyelesaikan pemasangan fondasi atau base plate untuk tiga tower emergency pada jalur transmisi 275 kV Galang–Simangkok. Infrastruktur darurat tersebut menjadi bagian penting dalam upaya percepatan normalisasi pasokan listrik bagi masyarakat.
General Manager PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera (P3BS), Amiruddin, mengatakan penyelesaian fondasi tower darurat menjadi progres signifikan dalam tahapan pemulihan sistem.
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Pesawat Saudi Airlines Sempat Gangguan di Kualanamu, 380 Jemaah Haji Tiba Selamat di Madinah
- Kompol DK Akhirnya Jalani Patsus Usai Viral Video Diduga Asusila dan Gunakan "Pod Getar"
“Saat ini pemasangan fondasi untuk tiga tower emergency pada jalur transmisi 275 kV Galang–Simangkok sudah selesai sebagai langkah strategis mempercepat normalisasi sistem kelistrikan,” ujar Amiruddin dalam keterangan yang diterima di Medan, Sabtu (6/6/2026).
Fokus Pasang Tower Darurat untuk Pulihkan Sistem
Menurut Amiruddin, PLN kini memfokuskan pekerjaan pada pemasangan seluruh material dan peralatan tower emergency agar dapat segera beroperasi dan menopang sistem transmisi yang terdampak.
Dia menegaskan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara cepat tanpa mengabaikan standar keselamatan kerja yang menjadi prioritas perusahaan.
PLN menargetkan proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal sehingga pasokan listrik di wilayah terdampak kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin.
“Kami fokus memastikan seluruh material dan peralatan tower emergency segera terpasang agar proses pemulihan sistem berjalan lebih cepat,” katanya.
Ratusan Petugas Bekerja Bergantian Selama 24 Jam
Untuk mempercepat proses perbaikan, PLN mengerahkan ratusan personel dari berbagai unit kerja yang berasal dari Sumatera, Jawa bagian Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.
Petugas bekerja secara bergantian selama 24 jam penuh guna memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Dukungan lintas wilayah tersebut menjadi bagian dari strategi PLN dalam mempercepat pemulihan jaringan transmisi yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.
“Proses pemulihan terus dipercepat dengan dukungan ratusan petugas dari berbagai unit di Sumatera, Jawa bagian Barat, dan wilayah lainnya,” ujar Amiruddin.
PLN Optimalkan Seluruh Sumber Daya
Selain mengerahkan personel tambahan, PLN juga mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari peralatan teknis hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan tower darurat dan pemulihan jaringan transmisi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Kami terus mengoptimalkan seluruh kekuatan dan sumber daya serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat pemulihan sistem kelistrikan,” katanya.
Manajemen Beban Masih Diberlakukan
Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan pasokan listrik.
Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem selama proses perbaikan berlangsung, perusahaan masih menerapkan manajemen beban secara terukur di sejumlah wilayah terdampak.
Kebijakan tersebut dilakukan guna menjaga keseimbangan sistem kelistrikan sembari menunggu seluruh infrastruktur darurat selesai dibangun dan beroperasi secara penuh.
PLN juga mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi resmi terkait perkembangan pemulihan listrik melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal komunikasi resmi perusahaan.
Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Infrastruktur Kelistrikan
Gangguan pada jaringan transmisi ini menjadi salah satu dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.
Selain menyebabkan kerusakan infrastruktur kelistrikan, cuaca buruk juga memicu sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kerusakan bangunan di beberapa daerah.
Karena itu, PLN memastikan akan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan guna menjaga keandalan sistem kelistrikan di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.












