Topikseru.com, Jakarta – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 3,44 juta sepanjang Januari-Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka itu tumbuh 8,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Khusus pada Maret 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat 1,09 juta. Angka tersebut turun 17 persen dibandingkan Februari 2026 secara month-to-month (mtm), tetapi masih tumbuh 10,50 persen secara year-on-year (yoy).
Berdasarkan kebangsaan, wisatawan asal Malaysia masih menjadi yang terbanyak berkunjung ke Indonesia pada Maret 2026, yakni 186,53 ribu kunjungan atau 17,14 persen dari total wisman.
Posisi berikutnya ditempati Australia dengan 130,72 ribu kunjungan atau 12,01 persen, disusul Singapura sebanyak 102,82 ribu kunjungan atau 9,45 persen
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, penurunan kunjungan dari Malaysia dan Singapura dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang membatasi mobilitas warga di kedua negara tersebut.
Wisatawan Australia ke Bali Meningkat
Di sisi lain, kunjungan wisatawan Australia melonjak 21,67 persen. Kenaikan itu didorong pembukaan rute penerbangan langsung dari Australia ke Bali.
Secara pintu masuk, arus wisman masih terkonsentrasi di Bandara Ngurah Rai, Bali, yang didominasi wisatawan asal Australia.
BPS juga mencatat kenaikan wisatawan berkebangsaan India ke Indonesia, khususnya Bali. Pada Januari-Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan India mencapai 157,10 ribu, naik 3,90 persen dibandingkan Januari-Maret 2025 secara cumulative-to-cumulative (ctc).
Secara bulanan, kunjungan wisatawan India mencapai 53,80 ribu pada Maret 2026, naik 1,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata lama tinggal mereka di Indonesia mencapai 7,02 malam.
Pangsa wisatawan asal India pada Maret 2026 tercatat 4,94 persen dari seluruh kunjungan wisman ke Indonesia.
BPS menilai kualitas pariwisata Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Rata-rata pengeluaran wisman mencapai 1.345,60 dollar AS atau sekitar Rp21 juta per kunjungan selama kuartal I 2026.
Durasi tinggal wisatawan juga lebih panjang, dengan rata-rata 10,83 malam. Belanja wisman paling besar terserap untuk akomodasi sebesar 37,23 persen, makanan dan minuman 20,7 persen, serta cenderamata 11,06 persen.
Di sektor domestik, BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara atau wisnus melonjak signifikan pada awal 2026, didorong momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Jumlah perjalanan wisnus secara kumulatif mencapai 319,51 juta perjalanan pada Januari-Maret 2026, naik 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara bulanan, perjalanan wisnus pada Maret 2026 mencapai 126,34 juta. Jumlah itu naik 38,63 persen dibandingkan Februari 2026 dan meningkat 42,10 persen dibandingkan Maret 2025.
“Lonjakan ini dipicu oleh akumulasi long weekend, libur Nyepi, hingga puncak mudik Idulfitri. Kebijakan sistem kerja fleksibel (flexible working) juga berperan besar mendorong warga bepergian,” jelas Ateng.
Provinsi dengan peningkatan pergerakan tertinggi tercatat di Jawa Tengah, Sumatra Barat, dan Kalimantan Barat.
Sementara itu, jumlah warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri atau wisatawan nasional mencapai 793,16 ribu perjalanan pada Maret 2026.
Malaysia masih menjadi tujuan favorit dengan pangsa 29,73 persen, disusul Arab Saudi 13,79 persen yang dipengaruhi perjalanan umrah dan musim haji, serta Singapura dan China.












