Ringkasan Berita
- Ini harus dilakukan berbagai upaya," kata Anggota DPRD Medan, Robi Barus, di Medan, Kamis (11/9/2025).
- "Banyak faktor kenapa kecamatan ini sering tawuran.
- Narkoba dan Ekonomi Jadi Faktor Utama Menurut Robi, penyalahgunaan narkotika dan persoalan ekonomi masyarakat menjadi…
Topikseru.com – Pemerintah Kota Medan diminta mengambil langkah serius untuk menyelesaikan berbagai persoalan di kawasan Medan Belawan, yang belakangan kerap diwarnai tawuran antarwarga dan maraknya peredaran narkoba.
“Banyak faktor kenapa kecamatan ini sering tawuran. Ini harus dilakukan berbagai upaya,” kata Anggota DPRD Medan, Robi Barus, di Medan, Kamis (11/9/2025).
Narkoba dan Ekonomi Jadi Faktor Utama
Menurut Robi, penyalahgunaan narkotika dan persoalan ekonomi masyarakat menjadi penyebab utama terganggunya kondusifitas wilayah Belawan.
Dia menilai pemerintah kota perlu meningkatkan pengawasan serta pencegahan peredaran narkotika dengan melibatkan berbagai pemangku kebijakan. Salah satunya melalui penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling).
“Itu bisa mengetahui keluar masuk di malam hari. Ada apa kalau sudah malam keluar masuk,” ujarnya.
Dorongan Buka Lapangan Kerja dan UMKM
Selain faktor narkoba, Robi menyoroti tingginya angka pengangguran di kawasan utara Medan itu. Ia mendorong Pemkot Medan lebih gencar membuka lapangan pekerjaan dan memberikan pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Buat UMKM, bukakan lapangan pekerja, apalagi di sana banyak pabrik. Supaya masyarakat banyak kegiatan agar tidak tawuran lagi,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Menurutnya, Belawan memiliki potensi ekonomi besar karena terdapat banyak industri dan pabrik beroperasi di wilayah tersebut.
Dengan memanfaatkan potensi ini, masyarakat bisa diarahkan ke kegiatan produktif yang bermanfaat.
Robi berharap berbagai upaya yang dilakukan Pemkot Medan dapat memperbaiki kondisi sosial di Belawan.
Dengan begitu, wilayah tersebut bisa menjadi lebih aman, nyaman, dan kondusif.
“Kita harus bergotong royong menjaga Kota Medan ini. Semua harus proaktif,” ujarnya.













