Daerah

BPBD Catat 623 Bencana Alam Terjadi di Sumut Sepanjang 2025, Karhutla Paling Dominan

×

BPBD Catat 623 Bencana Alam Terjadi di Sumut Sepanjang 2025, Karhutla Paling Dominan

Sebarkan artikel ini
bencana alam Sumut 2025
Suasana di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) usai banjir bandang dan longsor. Foto: Topikseru.com/Damai Mendrofa

Ringkasan Berita

  • Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan, dari ratus…
  • Seluruh kejadian tersebut tersebar di 33 kabupaten/kota.
  • "Berdasarkan data yang kami himpun, bencana alam di Sumatera Utara selama 2025 didominasi kebakaran hutan dan lahan s…

Topikseru.com, Medan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 623 kejadian bencana alam terjadi di wilayah Sumut sepanjang periode Januari hingga Desember 2025. Seluruh kejadian tersebut tersebar di 33 kabupaten/kota.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan, dari ratusan bencana tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi jenis bencana yang paling mendominasi.

“Berdasarkan data yang kami himpun, bencana alam di Sumatera Utara selama 2025 didominasi kebakaran hutan dan lahan sebanyak 232 kejadian,” ujar Sri Wahyuni di Medan, Rabu (7/1/2026).

Cuaca Ekstrem dan Banjir Menyusul

Selain karhutla, cuaca ekstrem dan banjir juga menjadi bencana yang kerap melanda Sumatera Utara. BPBD mencatat cuaca ekstrem terjadi sebanyak 153 kejadian, sementara banjir tercatat 122 kejadian.

Bencana tanah longsor berada di urutan berikutnya dengan 107 kejadian sepanjang tahun 2025.

“Kemudian bencana kekeringan serta gelombang pasang dan abrasi masing-masing tercatat empat kejadian, sedangkan gempa bumi terjadi satu kali,” kata Sri Wahyuni.

Deliserdang dan Simalungun Paling Banyak Dilanda Bencana

Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Simalungun menjadi daerah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak di Sumut sepanjang 2025.

Kabupaten Deliserdang tercatat mengalami 64 kejadian, disusul Kabupaten Simalungun dengan 46 kejadian.

Berikutnya adalah Kabupaten Samosir (38 kejadian), Kabupaten Tapanuli Tengah (32 kejadian), dan Kabupaten Toba (30 kejadian).

Kemudian Kabupaten Padang Lawas Utara mencatat 29 kejadian, Kabupaten Karo dan Kota Sibolga masing-masing 25 kejadian, serta Kabupaten Serdangbedagai sebanyak 23 kejadian.

Kabupaten Tapanuli Utara tercatat 22 kejadian, sedangkan Kabupaten Batubara, Humbang Hasundutan, dan Langkat masing-masing 20 kejadian.

Sementara itu, Kabupaten Padang Lawas mengalami 19 kejadian, menyusul Kota Gunungsitoli dan Kota Medan masing-masing 18 kejadian.

Baca Juga  Banjir Bandang dan Longsor di Sumut Telan 307 Korban Jiwa, Ribuan Warga Mengungsi

Kabupaten Dairi dan Mandailing Natal tercatat 16 kejadian, serta Kabupaten Asahan dan Nias Barat masing-masing 15 kejadian.

Untuk wilayah lain, Kota Pematangsiantar mencatat 14 kejadian, Kabupaten Nias 13 kejadian, Kabupaten Pakpak Bharat 12 kejadian, Kabupaten Tapanuli Selatan 11 kejadian, serta Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan masing-masing 10 kejadian.

Adapun Kota Padangsidimpuan mengalami delapan kejadian, Kabupaten Nias Utara tujuh kejadian, Kota Tebingtinggi enam kejadian, Kota Binjai lima kejadian, Kabupaten Nias Selatan empat kejadian, dan Kota Tanjungbalai dua kejadian.

Data Bersumber dari PUSDALOPS

Sri Wahyuni menjelaskan, data tersebut terhimpun berdasarkan laporan kejadian bencana dari BPBD kabupaten/kota melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS).

“Seluruh laporan kemudian diinput ke dalam aplikasi pelaporan bencana yang telah disediakan,” ujarnya.

Perbandingan dengan Data Bencana 2024

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Sumut, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 677 kejadian bencana alam di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih menyebutkan, pada 2024 kebakaran hutan dan lahan juga menjadi bencana yang paling dominan dengan 237 kejadian, dengan luas areal terdampak mencapai 2.638,265 hektare.

Hal tersebut dia sampaikan dalam acara Kaleidoskop Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Utara 2024 oleh Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Rabu (8/1).

Selain karhutla, bencana lain yang terjadi sepanjang 2024 meliputi tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem, gelombang pasang, kekeringan, hingga wabah penyakit.

“Bencana alam tersebut berdampak pada berbagai sektor, seperti permukiman, pendidikan, kesehatan, peribadatan, perkantoran, fasilitas umum, jembatan, hingga kios warga,” kata Tuahta.

Dia menambahkan, wilayah yang paling banyak terdampak bencana pada 2024 antara lain Deliserdang, Tapanuli Selatan, Karo, dan Mandailing Natal.

“Berdasarkan data PUSDALOPS PB BPBD Provinsi Sumut, sepanjang 2024 tercatat 63 jiwa meninggal dunia, 176 jiwa luka-luka, 4.878 jiwa mengungsi, dan 297.241 jiwa terdampak,” ujar Tuahta.