Kesehatan

Cara Efektif Merawat Bayi Prematur Pasca Pulang dari Rumah Sakit ​

×

Cara Efektif Merawat Bayi Prematur Pasca Pulang dari Rumah Sakit ​

Sebarkan artikel ini
bayi prematur
Cara Merawat Bayi Prematur Pasca Pulang dari Rumah Sakit setelah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, Anda perlu melakukan perawatan bayi prematur dengan tepat.

Ringkasan Berita

  • Kali ini, redaksi telah merangkum Cara Merawat Bayi Prematur Pasca Pulang dari Rumah Sakit setelah diperbolehkan untu…
  • Berikut ini adalah beberapa cara merawat bayi prematur pasca pulang rumah sakit​ yang bisa Anda terapkan: 1.
  • Metode ini merupakan cara menggendong bayi prematur paling ideal, karena meningkatkan kontak fisik langsung dengan si…

Topikseru.com, Jakarta – Bagi ibu yang memiliki bayi prematur. Kali ini, redaksi telah merangkum Cara Merawat Bayi Prematur Pasca Pulang dari Rumah Sakit setelah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, Anda perlu melakukan perawatan bayi prematur dengan tepat.

Berikut ini adalah beberapa cara merawat bayi prematur pasca pulang rumah sakit​ yang bisa Anda terapkan:

1. Pelajari metode kangguru
Metode kangguru perlu Anda dan pasangan pelajari untuk merawat bayi prematur. Yang dimaksud dengan menggendong bayi prematur dengan metode kangguru adalah seperti yang dilakukan induk kangguru saat menggendong bayinya di dalam kantong, yakni dengan memposisikan tubuh bayi prematur menempel di dada Anda.

Metode ini merupakan cara menggendong bayi prematur paling ideal, karena meningkatkan kontak fisik langsung dengan si kecil.

Selain meningkatkan bonding atau ikatan batin antara bayi dan orang tua, menggendong bayi prematur dengan metode kanguru juga memberikan berbagai manfaat, seperti:

-Menstabilkan detak jantung bayi.
-Membuat pernapasan bayi lebih teratur.
-Membuat pola tidur bayi lebih teratur dan tidurnya lebih nyenyak.
-Mendukung proses tumbuh kembangnya.
-Mengurangi risiko bayi mengalami hipotermia dan terinfeksi
-Menurunkan risiko bayi dalam mengalami gangguan kesehatan yang dapat membahayakan nyawanya.

2. Batasi ke luar rumah
Bayi prematur memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang dengan baik dibandingkan bayi lahir normal.

Jadi, bayi prematur sangat rentan terpapar kuman penyebab penyakit. Oleh seb
ab itu, Anda dianjurkan untuk membatasi bepergian atau membawa bayi ke luar rumah.

3. Batasi orang yang membesuk
Anda juga dianjurkan untuk membatasi orang yang ingin membesuk bayi prematur. Sebab, tidak semua orang dewasa memahami cara merawat bayi prematur.

Perhatikan juga kondisi kesehatan orang yang hendak bertemu dengan bayi Anda. Batasi kunjungan jika orang dewasa sedang sakit atau memiliki kebiasaan merokok.

Anda juga perlu bertindak tegas untuk melarang orang yang ingin mencium, menggendong, atau sekadar memegang bayi prematur tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu.

4. Perhatikan jadwal makan
Karena bayi prematur lahir belum cukup bulan, jadi berat badannya lebih kecil dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.

Untuk menambah berat badan bayi prematur, Anda dan pasangan perlu memperhatikan jadwal makan bayi.

Susui bayi prematur sesering mungkin dan sesuai keinginan bayi, setidaknya setiap 2 jam sekali.

5. Pastikan waktu tidur bayi optimal
Bayi yang terlahir prematur biasanya membutuhkan waktu tidur yang sedikit lebih lama ketimbang bayi pada umumnya.

Tidur yang cukup akan membantu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur.

Meskipun demikian, durasi tidur bayi prematur cenderung lebih pendek-pendek karena ia belum bisa tidur nyenyak dan lelap sepanjang malam seperti bayi lainnya.

Jadi, pastikan bayi Anda merasa nyaman dan aman sehingga waktu dan kualitas tidurnya optimal.

6. Perhatikan posisi tidur
Selama di rumah, pastikan bayi prematur tidur dalam posisi telentang, tidak miring apalagi tengkurap.

Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) yang sangat rentan dialami oleh bayi prematur.

Selain itu, hindari pemakaian bantal pada bayi prematur karena bisa menghalangi jalan napasannya.

7 Rutin lakukan imunisasi sesuai jadwal
Agar kesehatan bayi prematur selalu terjaga, Anda tidak boleh melewatkan jadwal imunisasi bayi.

Baca Juga  Bunda wajib Tahu, ini 4 Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Aman dan Efektif di Rumah

Pada dasarnya, jadwal imunisasi bayi prematur sama dengan bayi cukup bulan.

Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Pondok Indah cabang terdekat untuk mengetahui jadwal imunisasi yang tepat.

Pemberian imunisasi yang sesuai dengan jadwal bisa melindungi bayi prematur dari berbagai penyakit berbahaya, antara lain polio, cacar, tipes, diare, maupun pneumonia.

8. Lakukan bonding dengan bayi lebih sering
Menjalin ikatan atau bonding dengan bayi prematur sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

Cara menjalin ikatan antara Anda dengan bayi adalah sering menggendongnya dengan metode kangguru dan menghabiskan waktu lebih banyak bersama buah hati.

Dengan begitu, bayi akan terbiasa dengan suara, aroma tubuh, dan sentuhan Anda.

Bayi juga akan merasa lebih dekat dengan orang tuanya, merasa lebih dicintai dan diperhatikan, serta merasa berada di lingkungan yang aman dan nyaman.

9. Pastikan rumah dan kamar tidur selalu bersih
Bayi prematur bisa mengalami gangguan kesehatan kapan saja, termasuk mengalami gangguan pernapasan.

Jadi, pastikan rumah dan kamar tidur bayi dalam kondisi yang bersih untuk mengurangi risiko adanya paparan kuman dari debu dan kotoran di rumah.

Jangan lupa untuk mencuci dan membersihkan mainan atau barang-barang kebutuhan bayi, termasuk botol susu, dot, serta sprei dan pakaiannya secara rutin.

Merawat bayi prematur di rumah mungkin gampang-gampang susah, tetapi Anda dan pasangan perlu bekerjasama dengan baik agar kesehatan buah hati selalu terjaga.

Anda juga perlu membawa si kecil ke rumah sakit untuk kontrol rutin Dokter Spesialis Anak, setidaknya 2-4 hari setelah diperbolehkan pulang ke rumah.

Selama pemeriksaan, Anda dan pasangan juga bisa menanyakan metode perawatan bayi prematur di rumah yang masih belum dimengerti atau meragukan.

Selain itu, kontrol rutin juga penting untuk memantau tumbuh kembang bayi prematur telah berjalan sesuai dengan semestinya.

Berapa Lama Bayi Prematur Harus Tinggal di Rumah Sakit?

Lama bayi prematur harus tinggal di rumah sakit bergantung pada usia kehamilan saat lahir, berat badan, serta kondisi kesehatan.

Biasanya, bayi prematur dirawat di rumah sakit hingga mencapai tanggal perkiraan lahir (HPL) normal mereka. Namun, durasi perawatan dapat lebih lama jika ada komplikasi medis seperti infeksi atau gangguan organ.

Bayi prematur biasanya diperbolehkan pulang ke rumah saat dapat mengatur suhu tubuh, bernapas tanpa bantuan alat, dan memiliki berat badan minimal 2 kg.

Apakah Bayi Prematur Boleh Keluar Rumah?
Bayi prematur boleh keluar rumah jika sudah mencapai berat badan yang cukup, memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, dan dokter spesialis anak memastikan kondisinya stabil.

Meski begitu, berpergian ke luar rumah sebaiknya dibatasi, terutama ke tempat ramai yang meningkatkan risiko paparan infeksi.

Apakah Bayi Prematur Harus Dibedong Terus?
Bayi prematur tidak boleh dibedong terus-menerus. Bedong berguna untuk memberikan rasa aman dan menjaga suhu tubuh, tetapi perlu dilepas secara berkala agar kulit bayi dapat bernapas dan mencegah kepanasan.

Selalu konsultasikan dengan dokter spesialis anak jika Anda memiliki pertanyaan mengenai praktik membedong bayi prematur ataupun aspek-aspek perawatan bayi prematur lainnya.

Apakah Bayi Prematur Susah Gemuk?
Bayi prematur memang cenderung lebih sulit menaikkan berat badan karena organ pencernaan dan sistem metabolisme yang belum matang.

Meski begitu, kenaikan berat badan dapat dicapai dengan menyusui atau memberikan ASI bagi anak sesuai dengan anjuran dokter spesialis anak.