Keuangan

Menkeu Purbaya Tanggapi Outlook Negatif Moody’s: Ekonomi Indonesia Akan Membaik

×

Menkeu Purbaya Tanggapi Outlook Negatif Moody’s: Ekonomi Indonesia Akan Membaik

Sebarkan artikel ini
Moody’s turunkan outlook Indonesia
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Gedung Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (15/10/2025). Foto:Antara

Ringkasan Berita

  • Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia justru menunjukkan arah perbaikan dan tumbuh lebih cepat diban…
  • Ke depan akan membaik juga," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2).
  • Dampak Dinilai Hanya Jangka Pendek Moody’s menurunkan outlook Indonesia dengan menyoroti sejumlah kebijakan pemerin…

Topikseru.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings yang menurunkan outlook peringkat utang Pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia justru menunjukkan arah perbaikan dan tumbuh lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.

“Ya, biar saja seperti itu. Yang jelas kan ekonomi kita sudah berbalik arah. Lebih cepat dari sebelumnya. Ke depan akan membaik juga,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2).

Menurutnya, penilaian Moody’s tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Ia optimistis keraguan lembaga pemeringkat tersebut akan hilang seiring keberhasilan program-program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pelan-pelan keraguan mereka akan hilang,” katanya.

Dampak Dinilai Hanya Jangka Pendek

Moody’s menurunkan outlook Indonesia dengan menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan rencana pembentukan badan pengelola dana kekayaan negara, Danantara.

Meski demikian, Purbaya meyakini dampak dari perubahan outlook tersebut terhadap aliran modal asing hanya bersifat sementara.

“Ini saya pikir hanya jangka pendek saja. Kalau orang yang penakut ya akan takut,” ujar dia.

Dia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki rekam jejak yang baik dalam membayar kewajiban utang, sehingga tidak ada alasan kuat untuk meragukan kredibilitas fiskal nasional.

“Kita selalu patuh dalam membayar utang. Itu sebenarnya risiko utama yang dinilai oleh mereka,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis Dijamin Efektif

Salah satu sorotan Moody’s adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai berpotensi membebani anggaran negara.

Menanggapi hal itu, Purbaya memastikan pemerintah akan menjalankan program tersebut secara efektif, tepat sasaran, dan efisien.

“Itu yang akan saya lihat nanti. Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin juga kekhawatiran mereka,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah akan terus melakukan evaluasi agar implementasi MBG tidak mengganggu stabilitas fiskal serta tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Jurus Menkeu Purbaya: Gelontorkan Rp 200 Triliun Bikin Perbankan Gembira dan IHSG Berjaya

Alasan Moody’s Turunkan Outlook Indonesia

Lembaga pemeringkat kredit Moody’s Ratings pada Kamis (5/2) resmi menurunkan outlook peringkat utang Pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Keputusan tersebut didasari sejumlah faktor, salah satunya ketidakpastian terkait rencana pembentukan Danantara sebagai lembaga pengelola dana kekayaan negara.

Moody’s menilai hingga saat ini struktur tata kelola, skema pembiayaan, serta prioritas investasi Danantara belum memiliki kejelasan yang memadai.

Dalam laporan resminya, Moody’s juga menyebut bahwa terjadi penurunan prediktabilitas dalam proses pengambilan kebijakan pemerintah selama setahun terakhir.

Selain itu, komunikasi kebijakan dinilai kurang efektif, sehingga meningkatkan risiko terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi Indonesia di mata investor global.

Volatilitas Pasar Jadi Pertimbangan

Moody’s menilai penurunan outlook Indonesia juga tercermin dari meningkatnya volatilitas pasar saham dan valuta asing dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut dianggap sejalan dengan penurunan skor Indonesia dalam sejumlah indikator tata kelola global, terutama terkait efektivitas pemerintahan dan kualitas regulasi.

Apabila situasi ini terus berlanjut, Moody’s memperingatkan potensi melemahnya kekuatan institusi pemerintah yang bisa berdampak pada ekonomi nasional.

Dampak lanjutannya, minat investor dapat menurun dan biaya pinjaman negara berpotensi menjadi lebih mahal.

Kekhawatiran Terhadap Program Sosial

Selain Danantara, Moody’s juga menyoroti ekspansi program sosial pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sejauh ini, pembiayaan program-program tersebut dilakukan melalui realokasi dan pemangkasan belanja kementerian, termasuk anggaran pemeliharaan infrastruktur.

Moody’s menilai jika ekspansi program sosial ini terus diperluas tanpa perencanaan fiskal yang matang, maka fleksibilitas anggaran negara dapat tertekan.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan bahwa seluruh program prioritas akan dijalankan secara terukur dan tetap menjaga disiplin anggaran.

Optimisme Pemerintah Tetap Tinggi

Terlepas dari keputusan Moody’s, pemerintah Indonesia tetap menunjukkan optimisme bahwa prospek ekonomi nasional berada di jalur yang benar.

Purbaya menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas fiskal.

Dengan berbagai kebijakan strategis yang tengah dijalankan, pemerintah yakin bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia akan kembali menguat dalam waktu dekat.

“Ke depan, ekonomi kita akan membaik. Itu yang paling penting,” tegas Purbaya.