Ekonomi dan Bisnis

Harga Minyak Mentah di Perdagangan Rabu (1/4/2026): West Texas Intermediate Naik 0,47%

×

Harga Minyak Mentah di Perdagangan Rabu (1/4/2026): West Texas Intermediate Naik 0,47%

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Mentah
Mengutip Bloomberg, pukul 06.30 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2026 di New York Mercantile Exchange ada di level US$ 101,86 per barel, naik 0,47% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 101,38 per barel.

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Rabu (1/4/2026) harga minyak mentah kembali naik setelah sempat terkoreksi kemarin. Mengutip Bloomberg, pukul 06.30 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2026 di New York Mercantile Exchange ada di level US$ 101,86 per barel, naik 0,47% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 101,38 per barel.

Harga minyak mentah stabil karena para pedagang mempertimbangkan prospek perang di Timur Tengah.

AS dan Iran mengisyaratkan keterbukaan untuk menyelesaikan konflik yang telah menyebabkan kekacauan di seluruh pasar energi global.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS dapat meninggalkan Iran dalam Waktu dekat, sekitar dua hingga tiga minggu ke depan, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar tujuan militernya telah tercapai.

“Saya kira dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip Bloomberg.

Baca Juga  Harga Minyak Mentah Reli di Atas US$61 Per Barel Dekati Level Tertinggi Dua Pekan Terakhir

Ia menambahkan bahwa kesepakatan dengan Teheran masih bisa dicapai.

Meskipun perang bisa berakhir dalam jangka waktu tersebut, tetap akan butuh Waktu agar arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz bisa Kembali normal. Ditambah lagi, sejumlah fasilitas energi telah rusak selama konflik.

Sementara itu, jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz terus meningkat, dengan transit dua arah mingguan naik menjadi rata-rata tujuh kapal hingga Senin, naik dari lima kapal pada minggu sebelumnya, menurut data pelacakan yang dikumpulkan Bloomberg.

“Saya rasa, berlebihan dan kepanikan mulai terlihat dari kurva Harga berjangka minyak mentah,” kata Dennis Kissler, wakil presiden senior bidang perdagangan di BOK Financial Securities Inc.

“Pasar merasakan setidaknya penurunan ketegangan jangka pendek dan kemungkinan akan ada lebih banyak pembicaraan.