Hukum & Kriminal

Polisi Sebut Ada Luka Tusuk dan Lebam di Tubuh Siswi SMK di Nias Utara

×

Polisi Sebut Ada Luka Tusuk dan Lebam di Tubuh Siswi SMK di Nias Utara

Sebarkan artikel ini
siswi SMK Nias Utara
Siswi SMK di Nias Utara ditemukan tewas usai hilang dua hari sepulang sekolah.(Foto: Topikseru.com/ Istimewa)

Topikseru.com, Nias Utara – Polisi menyebutkan menemukan tanda-tanda kekerasan, seperti luka tusuk dan lebam di sekujur tubuh Siswi SMK di Nias Utara, yang jasadnya ditemukan di aliran sungai.

“Hasil visum luar dari puskesmas ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seperti lubang di bagian kening korban,” ujar Kasatreskrim Polres Nias AKP Sonifati Zalukhu yang dihubungi Topikseru.com lewat telepon seluler, Minggu (17/5/2026).

Ia menyebutkan, selain luka tusuk di kening, ditemukan juga lebam-lebam di bagian alat kelamin korban. Namun, semuanya itu belum dapat dipastikan penyebab dari kematian korban.

“Kita ingin mengetahui secara pasti apakah luka tusuk dan lebam-lebam yang menyebabkan kematian korban. Karena itu, jenazah korban akan dilakukan autopsi,” katanya.

Guna memastikan penyebab kematian korban, tim dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Hari ini tim dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan turun ke Nias Utara untuk melakukan autopsi jenazah korban,” katanya.

Meski adanya ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, Polisi hingga kini belum dapat menyimpulkan adanya dugaan pembunuhan.

“Kami tidak bisa simpulkan dugaan pembunuhan, karena hasil autopsi belum keluar,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisi Nasional Perlindungan Anak meminta kepolisian mengusut tuntas kasus kematian seorang siswa SMK di Nias Utara.

“Kita minta Polres Nias secepatnya melakukan pengusutan mendalam sehingga mendapatkan kejelasan penyebab kematian korban dengan terang benderang,” pinta Ketua Komnas PA Agustinus Sirait, Minggu (17/5/2026).

Ia menegaskan, bila kasus tersebut dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan menimbulkan stigma negatif dari masyarakat terhadap korban. Terlebih, pengusutan kasus tersebut menjadi hak bagi keluarga mendiang.

“Jika ada dugaan pembunuhan, penanganan kasus tersebut harus dilakukan secara transparan dan profesional agar tercipta kepastian hukum serta keadilan bagi keluarga korban,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang siswi SMK berinisial AJZ (17) ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang selama dua hari.

Remaja yang merupakan pelajar SMKN 1 Kecamatan Alasa Talumuzoi itu ditemukan tak bernyawa di aliran sungai kecil kawasan perkebunan Dusun IV, Desa Hilina’a, Jumat (15/5/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *