Topikseru.com – Seorang remaja berusia 18 tahun di Labuhanbatu Selatan dilaporkan tewas setelah diduga ditikam oleh bapak dan anak di Kecamatan Torgamba.
Korban diketahui bernama Wahyudi Kurniawan. Sementara dua pelaku yang disebut terlibat ialah Suprayetno dan anaknya, Suprastio.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Kandang Motor Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kamis (14/5/2026).
- Kompol DK Akhirnya Jalani Patsus Usai Viral Video Diduga Asusila dan Gunakan "Pod Getar"
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Pelajar SMAN 5 Binjai Jadi Korban Begal Sadis, Tangan Nyaris Putus Disabet Parang Saat Berangkat Sekolah
Menurut keterangan polisi, insiden bermula ketika kedua pelaku mendatangi korban untuk mempertanyakan dugaan pesan WhatsApp bernada tidak pantas yang dikirim kepada anak perempuan pelaku.
Polisi: Korban dan Anak Pelaku Sempat Bertengkar
Kapolsek Torgamba Sunipan Guru Singa mengatakan korban membantah tuduhan tersebut sehingga terjadi cekcok antara korban dan anak pelaku.
“Terjadi pertengkaran antara anak pelaku dengan korban. Bahkan mereka sempat bergelut,” ujar Sunipan, Minggu (17/5/2026).
Polisi menyebut situasi memanas ketika anak pelaku kalah tenaga dalam perkelahian tersebut.
Sang ayah kemudian diduga menusuk korban menggunakan pisau di bagian atas pinggang hingga korban tersungkur bersimbah darah di lokasi kejadian.
“Korban yang ditikam terjatuh dan meninggal dunia dengan kondisi berceceran darah,” kata Sunipan.
Tangis Keluarga Pecah di Rumah Duka
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban setelah jasad Wahyudi dipulangkan dari lokasi kejadian.
Ibu korban, Nur Asyiah, histeris saat melihat tubuh anaknya terbujur kaku dengan luka bersimbah darah.
“Ya Allah, baru dari rumahnya kau nak,” teriak Nur Asyiah sambil menangis memeluk jasad putranya.
Dalam suasana penuh duka, ia mengaku tidak menyangka anaknya meninggal secara tragis.
“Berat kali aku kasih kau pergi kerja, nak. Rupanya begini kejadiannya,” ucapnya.
Keluarga korban meminta pelaku dihukum seberat-beratnya atas peristiwa tersebut.
Satu Pelaku Menyerahkan Diri, Polisi Kejar Anak Pelaku
Setelah kejadian, kedua pelaku sempat melarikan diri dari lokasi.
Namun, polisi menyebut Suprayetno akhirnya diantar keluarganya ke Polsek Torgamba untuk menyerahkan diri.
Sementara itu, anak pelaku bernama Suprastio disebut masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
“Kami masih melakukan pengejaran terhadap anak dari yang bersangkutan,” ujar Kapolsek.
Jenazah korban kini telah dimakamkan di TPU Dusun Cinta Makmur, Desa Aek Batu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Polisi Dalami Motif dan Dugaan Pesan Senonoh
Polisi menduga motif sementara pembunuhan dipicu rasa sakit hati akibat dugaan pesan kepada anak perempuan pelaku.
Namun hingga kini, tudingan mengenai isi pesan tersebut disebut belum dapat dibuktikan.
Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk komunikasi antara korban dan pihak keluarga pelaku sebelum insiden berdarah itu terjadi.












