Topikseru.com, Medan – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara meningkatkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai langkah menjaga stabilitas harga di pasar.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan distribusi beras SPHP kini ditingkatkan menjadi sekitar 700 ton per hari, naik signifikan dari sebelumnya 300 ton per hari.
“Kami meningkatkan penyaluran beras SPHP untuk menjaga stabilitas harga di pasar,” ujarnya di Medan, Senin (6/4/2026).
Harga Gabah Naik, Risiko Harga Beras Ikut Terdorong
Kebijakan ini diambil menyusul adanya potensi kenaikan harga beras akibat lonjakan harga gabah di tingkat petani yang mencapai Rp7.500 per kilogram.
Selain itu, produksi di sejumlah daerah di Sumatera Utara dinilai belum optimal. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah pemulihan pascabanjir di wilayah seperti Tapanuli Tengah dan Langkat.
Harga Beras Premium Mulai Merangkak Naik
Berdasarkan pemantauan Bulog, harga beras premium di pasar mengalami kenaikan sekitar Rp 200 menjadi rata-rata Rp 15.400 per kilogram.
Sementara itu, harga beras medium relatif stabil berkat intervensi melalui distribusi beras SPHP.
Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui berbagai mitra strategis, antara lain:
- Program Gerakan Pangan Murah (GPM)
- Pengecer di pasar rakyat
- Gerai pangan binaan pemerintah daerah
- Badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan
Sejak Januari hingga 4 April 2026, total penyaluran beras SPHP di Sumut telah mencapai 24.753 ton.
Harga Tetap Mengacu HET
Untuk menjaga keterjangkauan, harga beras SPHP tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 13.100 per kilogram.
Namun, harga di lapangan dapat disesuaikan dengan kebijakan masing-masing mitra distribusi.
Bulog memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Sumatera Utara dalam kondisi aman.
Saat ini, cadangan beras di gudang mencapai 56.400 ton, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan dan intervensi pasar.
“Stok ini cukup untuk berbagai kebutuhan, termasuk SPHP dan bantuan pangan. Kami juga terus menyerap gabah dari petani,” kata Budi.
Langkah peningkatan distribusi SPHP merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah tekanan produksi dan kenaikan harga komoditas.
Dengan intervensi yang tepat, diharapkan inflasi pangan dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.













