Topikseru.com, Medan – Keberagaman budaya Nusantara begitu terasa dalam gelaran Deck Reception ASEAN Plus Cadet Sail 2026 yang dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di geladak Kapal KRI Bima Suci yang bersandar di Dermaga Pelindo 104, Pelabuhan Belawan, Senin (6/4/2026).
Malam itu bukan sekadar seremoni. Begitu tiba, Rico Waas disambut hangat dengan pengalungan kain ulos sebagai simbol kehangatan khas Batak, kemudian dikenakan juga topi udeng khas Bali. Dua budaya berbeda, satu makna yakni Indonesia yang beragam namun tetap satu.
Di tengah semilir angin laut, dentuman drum band para kadet mengiringi langkah tamu yang hadir. Tak lama, tarian tradisional Batak sampai kebudayaan Nusantara seperti Bali pun memukau, menghadirkan nuansa lokal yang begitu hidup di panggung internasional.
Sejumlah tokoh turut hadir, seperti Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen dan Anggota DPRD Medan Saipul Bahri, Sultan Deli ke -14, Sultan Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam Shah serta para konsul dari berbagai negara sahabat. Pada Malam itu, Belawan terasa seperti titik temu dunia, di mana perbedaan justru menjadi jembatan kebersamaan.
Bagi Wali Kota Medan Rico Waas, momen ini lebih dari sekadar agenda resmi. Rico Waas melihatnya sebagai peluang memperkenalkan wajah Medan yang sesungguhnya yakni kota yang terbuka, kaya budaya, dan punya potensi besar di sektor maritim.
“Ini adalah kesempatan emas bagi Kota Medan untuk menunjukkan kepada dunia betapa indahnya keberagaman kita. Lewat momentum ini, kita memperkenalkan potensi budaya dan maritim Medan sebagai bagian penting dari kekayaan Nusantara,” kata Rico Waas.
Diharapkan Rico Waas kegiatan ASEAN Plus Cadet Sail 2026 ini dapat memberikan dampak positif bagi citra Kota Medan sebagai kota yang terbuka, beragam, dan memiliki potensi besar di kawasan barat Indonesia.
Sebelumnya Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) I Belawan, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, menyampaikan, ASEAN Plus Cadet Sail 2026 merupakan langkah nyata dalam memperkuat diplomasi maritim serta membangun kepercayaan di antara para kadet dari negara ASEAN dan non-ASEAN.
“Melalui semangat sailing together, laut menjadi pemersatu kerja sama dan persahabatan internasional,” kata Dankodaeral I Belawan.
Menurut Laksamana Muda TNI Deny Septiana, terpilihnya Belawan sebagai salah satu lokasi kegiatan menjadi bentuk kepercayaan sekaligus peluang untuk memperkenalkan potensi maritim dan budaya Sumatera Utara kepada dunia, sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara melalui generasi muda.
Seperti diketahui ASEAN Plus Cadet Sail 2026 merupakan bagian dari pelayaran persahabatan yang berlangsung selama 124 hari atau sekitar empat bulan. Kegiatan ini melibatkan para kadet dari berbagai negara sebagai upaya mempererat hubungan antarbangsa sekaligus meningkatkan pemahaman tentang kemaritiman.













