Topikseru.com, Jakarta – Kabar penting bagi peserta UTBK 2026. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) resmi melakukan penyesuaian jumlah sesi ujian di sejumlah wilayah.
Melalui akun Instagram resminya, SNPMB mengumumkan bahwa beberapa area UTBK kini memiliki total hingga 22 sesi yang berlangsung sampai 2 Mei 2026.
“Ada penyesuaian jumlah sesi UTBK di beberapa area, yang kini menjadi 22 sesi hingga 2 Mei 2026. Pastikan kamu selalu update informasi terbaru dan cek jadwalmu secara berkala ya!” tulis akun @snpmb_id.
Jadwal Lengkap UTBK 2026
Pelaksanaan UTBK tahun ini berlangsung selama 10 hari dalam satu gelombang, mulai 21 hingga 30 April 2026, dengan dua sesi setiap harinya.
Jadwal utama:
- 21–30 April 2026: 2 sesi per hari
Tambahan sesi di beberapa wilayah:
- 1 Mei 2026: 2 sesi
- 2 Mei 2026: 2 sesi
Penambahan sesi ini dilakukan untuk mengakomodasi jumlah peserta yang tinggi di sejumlah lokasi ujian.
Durasi dan Materi UTBK 2026
UTBK 2026 memiliki durasi total pengerjaan selama 195 menit (3 jam 15 menit).
Materi yang diujikan terbagi menjadi dua komponen utama:
1. Tes Potensi Skolastik (TPS)
- Penalaran umum (30 soal)
- Pengetahuan & pemahaman umum (20 soal)
- Pemahaman bacaan dan menulis (20 soal)
- Pengetahuan kuantitatif (20 soal)
2. Tes Literasi
- Literasi Bahasa Indonesia (30 soal)
- Literasi Bahasa Inggris (20 soal)
- Penalaran matematika (20 soal)
- Cara Cek Daya Tampung SNBT 2026
Peserta juga diimbau untuk mengecek daya tampung program studi (prodi) di perguruan tinggi tujuan melalui portal resmi SNPMB.
Langkah-langkahnya:
- Kunjungi laman resmi SNPMB
- Pilih jenis perguruan tinggi (PTN Akademik, Vokasi, atau PTKIN)
- Klik menu “Lihat Prodi”
Cek informasi lengkap meliputi:
- Daya tampung 2026
- Jumlah peminat tahun sebelumnya
- Persyaratan portofolio (jika ada)
Data tersebut dapat menjadi acuan strategis dalam menentukan pilihan program studi.
Imbauan untuk Peserta
SNPMB mengingatkan seluruh peserta untuk rutin memantau jadwal ujian masing-masing, terutama bagi yang berada di wilayah dengan penambahan sesi.
Perubahan jadwal bisa terjadi menyesuaikan kondisi teknis di lapangan, sehingga peserta diminta tidak lengah dalam mengecek informasi terbaru.













