Topikseru.com, Islamabad – Delegasi Iran meninggalkan Islamabad menuju Teheran setelah perundingan dengan Amerika Serikat (AS) berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan. Informasi tersebut dilaporkan oleh media pemerintah Iran, Press TV.
Perundingan yang dikenal sebagai “Islamabad Talks” itu berlangsung dalam beberapa putaran diskusi intensif, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan mediasi dari pemerintah Pakistan.
Delegasi Tingkat Tinggi Terlibat
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J. D. Vance, bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Kedua pihak dilaporkan telah meninggalkan Islamabad usai perundingan, menandai berakhirnya fase awal negosiasi tanpa hasil konkret.
Pakistan Dorong Dialog Berkelanjutan
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengonfirmasi bahwa perundingan telah berakhir. Ia mendesak kedua negara tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata sementara yang sebelumnya telah dicapai.
Menurut Dar, dialog antara Washington dan Teheran perlu terus dilanjutkan dalam “semangat positif” guna menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Dia juga menegaskan bahwa Pakistan akan terus memainkan peran sebagai mediator dalam upaya mempertemukan kepentingan kedua negara di masa mendatang.
Latar Belakang Ketegangan
Perundingan ini merupakan bagian dari upaya meredakan konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya, yang disebut dimulai sejak akhir Februari lalu.
Sebelumnya, Pakistan berhasil memfasilitasi gencatan senjata sementara selama dua pekan, yang menjadi dasar bagi dimulainya perundingan di Islamabad.
Selain pejabat sipil, proses negosiasi juga melibatkan peran militer Pakistan, termasuk Panglima Angkatan Darat Asim Munir, yang turut memfasilitasi jalannya dialog.
Meski belum menghasilkan kesepakatan, perundingan ini dinilai sebagai langkah awal dalam membuka jalur diplomasi antara kedua negara.
Pengamat menilai keberlanjutan dialog akan sangat bergantung pada komitmen politik masing-masing pihak serta dinamika keamanan di kawasan.













