Internasional

Cerita Heru dan Andre Usai Ditahan Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza

×

Cerita Heru dan Andre Usai Ditahan Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Sebarkan artikel ini
Relawan WNI Global Sumud Flotilla saat memberikan kesaksian setelah ditahan Israel dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina.
Sejumlah relawan WNI Global Sumud Flotilla membagikan kesaksian usai ditahan otoritas Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza. (Instagram.com/@chikifawzi)

Topikseru.com – Kesaksian sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) mulai terungkap usai mereka dibebaskan dari penahanan otoritas Israel saat berlayar menuju Gaza, Palestina.

Beberapa relawan asal Indonesia mengaku mengalami tindakan kekerasan fisik selama proses penangkapan hingga saat berada di Pelabuhan Ashdod, Israel.

Cerita tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi pada Jumat, 22 Mei 2026. Dalam video itu, Chiki menemui para relawan Indonesia yang baru tiba di Istanbul, Turki, setelah dibebaskan.

Salah satu relawan, Rahendro Herubowo atau Heru, mengaku mengalami perlakuan kasar selama penahanan.

Heru Mengaku Ditendang hingga Disetrum

Heru, yang diketahui merupakan mantan jurnalis INews sekaligus relawan GSF, mengatakan dirinya sempat mengalami kekerasan fisik dari aparat Israel.

“Saya mengalami beberapa kekerasan. Ditendang mungkin tiga sampai empat kali di bagian depan,” ujar Heru.

Ia juga mengaku bagian belakang tubuhnya sempat diinjak sebelum akhirnya disetrum.

“Belakang juga saya diinjak. Dan terakhir disetrum,” lanjutnya.

Menurut Heru, dampak dari kejadian tersebut masih terasa hingga sekarang, terutama di bagian dada saat dirinya batuk.

“Kalau batuk masih terasa sakit di sini,” katanya sambil menunjuk area dada.

Meski begitu, Heru berharap kondisinya tidak mengalami masalah serius. Ia mengatakan akan menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan setelah tiba di Indonesia.

Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Istanbul

Setelah dibebaskan, Heru bersama relawan Indonesia lainnya langsung menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Istanbul pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik para relawan setelah beberapa hari berada dalam penahanan.

Selain itu, para relawan juga disebut berkonsultasi terkait pengalaman yang mereka alami selama mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza.

Andre Prasetyo Ungkap Situasi di Kapal dan Ashdod

Kesaksian serupa juga disampaikan Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo TV yang ikut dalam rombongan Global Sumud Flotilla.

Andre mengaku sempat mendapat perlakuan kasar saat proses penangkapan berlangsung. Ia mengatakan tangannya diikat ke belakang dan dipaksa menunduk dalam waktu cukup lama.

Menurut Andre, situasi awal saat kapal mereka diintersepsi sempat terlihat kondusif. Namun keadaan berubah setelah para relawan dipindahkan ke kapal militer Israel.

“Awalnya mereka bilang semuanya baik-baik saja. Tapi setelah masuk ke kapal besar, suasananya berubah,” ujar Andre.

Ia juga mengaku melihat beberapa relawan lain dalam kondisi lemah akibat perlakuan yang diterima selama penahanan.

Suasana di Pelabuhan Ashdod Disebut Mencekam

Andre menilai situasi paling berat terjadi saat para relawan tiba di Pelabuhan Ashdod, Israel.

Ia mengaku mengalami tekanan fisik ketika tangan para relawan diikat terlalu kencang ke belakang hingga menyebabkan rasa sakit dan gangguan peredaran darah.

“Tangan saya diikat terlalu kencang sampai peredaran darah terasa enggak jalan,” katanya.

Meski telah dibebaskan, Andre mengaku masih sulit melupakan pengalaman tersebut.

Pemerintah RI Kawal Pemulangan Relawan

Sebelumnya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul memastikan sembilan relawan Indonesia dalam kondisi sehat dan terus mendapat pendampingan.

Mereka saat ini tengah diproses untuk dipulangkan ke Indonesia melalui koordinasi antara pemerintah RI, KJRI Istanbul, dan pihak terkait lainnya.

Adapun sembilan WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla terdiri dari:

  • Bambang Noroyono (jurnalis Republika)
  • Thoudy Badai
  • Andre Prasetyo Nugroho (Tempo TV)
  • Rahendro Herubowo
  • Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat)
  • Herman Budianto Sudarno (Dompet Dhuafa)
  • Ronggo Wirosanu (Dompet Dhuafa)
  • Hendro Prasetyo (GPCI)
  • Asad Aras Muhammad (GPCI)

Global Sumud Flotilla sendiri merupakan misi kemanusiaan Internasional yang membawa bantuan serta solidaritas untuk warga Palestina di Gaza.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *