Internasional

AS Ajukan Proposal Baru ke Iran, Minta 400 Kg Uranium Diperkaya Diserahkan

×

AS Ajukan Proposal Baru ke Iran, Minta 400 Kg Uranium Diperkaya Diserahkan

Sebarkan artikel ini

Washington dan Teheran Kembali Bersitegang Soal Perdamaian

AS dan Iran
Amerika Serikat mengajukan proposal baru kepada Iran dengan tuntutan penyerahan uranium diperkaya dan pembatasan fasilitas nuklir

Topikseru.comAmerika Serikat (AS) dilaporkan mengajukan proposal baru berisi lima poin sebagai respons terhadap usulan perdamaian yang sebelumnya diajukan Iran di tengah meningkatnya tensi geopolitik kedua negara.

Laporan media Iran pada Ahad (17/5) menyebut proposal terbaru dari Washington itu muncul setelah pemerintah AS menolak proposal perdamaian Iran yang terdiri dari 14 poin.

Sebelumnya, surat kabar Tehran Times melaporkan bahwa usulan Teheran tidak diterima oleh pihak AS.

Donald Trump Sebut Respons Iran “Tidak Bisa Diterima”

Presiden Donald Trump disebut menilai respons terbaru Iran terhadap proposal AS sebelumnya “sama sekali tidak bisa diterima”.

Dalam proposal anyar tersebut, AS meminta Iran mencabut tuntutan ganti rugi dan kompensasi yang sebelumnya diajukan dalam proses negosiasi.

Tak hanya itu, Washington juga menuntut agar Iran menyerahkan sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya kepada pihak AS.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya Amerika Serikat membatasi pengembangan program nuklir Iran yang selama ini menjadi sorotan dunia Internasional.

Hanya Satu Fasilitas Nuklir Iran Diizinkan Beroperasi

Menurut laporan media Iran, proposal AS juga memuat syarat bahwa hanya satu fasilitas nuklir Iran yang akan diizinkan tetap beroperasi.

Selain itu, Iran disebut diminta mencabut tuntutan pencairan 25 persen aset mereka yang sebelumnya dibekukan.

Pemerintah AS dikabarkan menjadikan hasil negosiasi atas syarat-syarat tersebut sebagai penentu keberlanjutan penghentian konflik antara kedua negara.

Ancaman Agresi AS dan Israel Disebut Masih Ada

Di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung, kantor berita Fars News Agency melaporkan bahwa ancaman agresi lanjutan dari Israel dan AS terhadap Iran disebut tetap ada.

Laporan itu menyebut potensi tekanan militer maupun politik terhadap Teheran tidak otomatis berhenti meski Iran menerima seluruh tuntutan Washington.

Situasi tersebut kembali memperlihatkan rapuhnya hubungan diplomatik di kawasan Timur Tengah yang hingga kini masih dibayangi isu nuklir, sanksi ekonomi, dan rivalitas geopolitik.

Ketegangan Nuklir Iran Kembali Jadi Sorotan Dunia

Isu program nuklir Iran selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber ketegangan utama antara Teheran dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat.

Washington menilai pengayaan uranium Iran berpotensi digunakan untuk pengembangan senjata nuklir. Namun Iran terus membantah tuduhan tersebut dan menyatakan program nuklir mereka bertujuan damai untuk kebutuhan energi.

Negosiasi terbaru ini dipandang sebagai salah satu upaya penting untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *