Internasional

Tambang Batu Bara di China Meledak, 8 Orang Tewas dan 38 Terjebak di Bawah Tanah

×

Tambang Batu Bara di China Meledak, 8 Orang Tewas dan 38 Terjebak di Bawah Tanah

Sebarkan artikel ini

201 Pekerja Berhasil Dievakuasi dari Perut Tambang

Tambang Batu bara
Ilustrasi tambang bawah tanah.(Foto: Topikseru.com/ Sumber Daya Energi - Qinfa Group)

Topikseru.com, Changzhi – Sebanyak 8 orang dikabarkan meninggal dunia jadi korban akibat ledakan di tambang batu bara di China. Sementara, 38 orang dikabarkan masih terjebak. Pada saat kejadian 247 kekerja sedang berada di tambang bawah tanah itu.

Melansir CNBC, peristiwa nahas itu terjadi akibat ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu berlokasi di Kota Changzhi, provinsi Shanxi, tenggara China itu, Jumat (22/5/2026) pukul 19.30 waktu setempat (07.30 ET). Disebutkan, saat kejadian, 247 pekerja sedang berada di bawah tanah.

Diinformasikan, upaya penyelamatan tetap terus dikerjakan. Mengutip kantor berita Xinhua, kadar karbon monoksida di tambang tersebut dilaporkan “melebihi batas”. Namun penyebab kecelakaan itu masih sedang diselidiki.

Hingga pukul 06.00 Sabtu (23/5/2026), sekitar 201 orang telah berhasil dievakuasi dari perut tambang itu.

Kejadian ledakan di pertambangan juga pernah terjadi di China. Ledakan tambang batu bara menewaskan 11 orang di provinsi Shaanxi di China utara, lapor media pemerintah China pada Selasa (22/8/2023).

Ledakan itu terjadi pada pukul 20:26 pada hari Senin (21/8) waktu setempat di Tambang Batubara Xintai dekat kota Yan’an, kabar media CCTV, mengutip biro manajemen darurat kota tersebut.

Sebanyak 90 orang berada di tambang pada saat ledakan, 9 diantaranya terjebak di dalam dan “ditemukan tanpa tanda-tanda vital” pada pukul 09:00.

Sedangkan pada tahun 2005, Terdata 68 pekerja tambang tewas dan 79 orang lainnya terperangkap di lokasi tambang setelah terjadi ledakan di sebuah tambang batubara di provinsi Heilongjiang.

Pada saat kejadian, terdapat 221 pekerja tambang sedang bekerja di tambang batubara Dongfeng di kota Qitaihe di provinsi Heilongjiang, Minggu (27/11) pada pukul 21:40 waktu setempat (1340 GMT), menurut laporan Xinhua, Senin.

Menurut Xinhua, 68 orang dikonfirmasi tewas, 79 masih terperangkap di lokasi tambang dan 74 lainnya berhasil diselamatkan.

State Administration for Coal Mine Safety, yaitu badan pengawas keamanan pertambangan batubara, seperti dikutip Xinhua mengatakan tim penolong yang terdiri atas 269 orang dilibatkan dalam operasi pencarian para korban yang masih berada di lokasi tambang.

Berdasarkan keterangan, kecelakaan itu disebabkan oleh ledakan debu batubara yang menerjang semua system ventilasi di lokasi tambang. Tapi sejauh ini masih diselidiki apakah ledakan itu benar akibat ledakan debu batubara atau ledakan gas.

Pertambangan Donfeng itu dimiliki oleh Heilongjiang Longmei Group, sebuah konglomerat pertambangan yang memiliki modal 13 miliar yuan (US$1,6 miliar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *