Hukum & Kriminal

Kinerja Polsek Patumbak Mengecewakan: Kasus Jalan Ditempat, Korban Berencana Lapor Propam

×

Kinerja Polsek Patumbak Mengecewakan: Kasus Jalan Ditempat, Korban Berencana Lapor Propam

Sebarkan artikel ini

Sudah Tiga Bulan Lapor Polisi, Korban Mengaku Belum Dapat Kepastian Hukum

Polsek Patumbak
Ilustrasi - Keluarga korban dugaan penggelapan sepeda motor kecewa karena laporan di Polsek Patumbak belum menunjukkan perkembangan

Topikseru.com, Medan – Kekecewaan mendalam dirasakan keluarga Dimas Regi Febrian setelah laporan dugaan penggelapan sepeda motor yang mereka buat di Polsek Patumbak disebut belum menunjukkan perkembangan berarti.

Kasus yang dilaporkan sejak awal April 2026 itu hingga kini diklaim belum memberikan kepastian hukum bagi korban maupun keluarga.

Merasa proses penanganan berjalan lambat dan tidak transparan, pihak keluarga bahkan berencana melaporkan penyidik yang menangani perkara tersebut ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

“Kami sudah berkali-kali menanyakan perkembangan kasus, tapi jawabannya selalu sama, disuruh tunggu lagi,” ujar DK, kerabat korban, Selasa (23/6/2026).

Dugaan Penggelapan Terjadi di Kawasan Medan Amplas

Kasus dugaan penggelapan sepeda motor itu disebut terjadi pada 30 Maret 2026 di lingkungan Pabrik Asia Sakti Wahid Food Manufacture, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.

Tidak lama setelah kejadian, korban membuat laporan resmi ke Polsek Patumbak pada 2 April 2026.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/148/IV/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.

Namun menurut keluarga, sejak laporan dibuat, mereka mengaku kesulitan memperoleh informasi terkait perkembangan penanganan perkara.

Keluarga Mengaku “Dibola-bola”

Keluarga korban mengaku selama ini berkomunikasi dengan seorang oknum polisi bernama Bara terkait kasus tersebut.

Namun setiap kali mencoba meminta kepastian, mereka merasa hanya mendapat jawaban yang berulang tanpa tindak lanjut yang jelas.

“Setiap kami hubungi jawabannya selalu ‘nanti ya pak, seminggu lagi’. Tapi sampai sekarang kasusnya tidak jelas,” kata DK.

Pihak keluarga juga mengaku pernah memberikan informasi mengenai keberadaan terlapor yang disebut sempat melarikan diri lalu kembali ke rumahnya di Kota Tebing Tinggi.

Meski informasi itu telah disampaikan, keluarga menilai tidak ada respons cepat dari pihak kepolisian.

“Katanya yang menangani bukan dia, tapi polisi lain. Jadi kami merasa dilempar ke sana kemari,” lanjutnya.

Korban Pertanyakan Pelayanan Kepolisian

Korban, Dimas Regi Febrian, mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diterimanya selama proses pelaporan berlangsung.

Ia berharap kasus yang dialaminya bisa mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian, khususnya Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan.

“Kami cuma ingin kejelasan hukum. Jangan sampai masyarakat kecil seperti kami merasa tidak diperhatikan,” ujar Dimas.

Dalam ungkapannya, Dimas juga mempertanyakan apakah faktor ekonomi membuat laporannya kurang mendapat perhatian.

“Sudah kena musibah, malah tidak ada kepastian. Apa karena kami orang miskin?” katanya dengan nada kecewa.

Berharap Ada Evaluasi dan Kepastian Hukum

Keluarga berharap pimpinan kepolisian di Sumatera Utara dapat memberikan atensi terhadap kasus tersebut sekaligus mengevaluasi kinerja penyidik yang menangani laporan mereka.

Mereka mengaku masih percaya institusi kepolisian dapat menjadi tempat masyarakat mencari keadilan.

“Kami masih yakin polisi bisa membantu masyarakat kecil mendapatkan keadilan,” tutup Dimas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *