Nasional

Menteri Bahlil Lahadalia Alihkan Seluruh Minyak Mentah Ekspor: Perintah Presiden

×

Menteri Bahlil Lahadalia Alihkan Seluruh Minyak Mentah Ekspor: Perintah Presiden

Sebarkan artikel ini
Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Foto: Antara

Ringkasan Berita

  • Menteri Bahlil Lahadalia kebijakan tersebut sesuai arahan dari Presiden Prabowo sebagai upaya meningkatkan produksi B…
  • Bahlil menyebut selain pengalihan pengolahan tersebut juga berlaku untuk minyak mentah bagian kontraktor yang tidak s…
  • "Berdasarkan arahan Bapak Presiden kami telah meminta kilang-kilang dalam negeri untuk memanfaatkan semua minyak ment…

TOPIKSERU.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta kilang minyak mentah (crude oil) dalam negeri untuk mengoptimalkan pengolahan dengan mengalihkan semua minyak mentah yang sebelumnya direncanakan untuk di ekspor.

Menteri Bahlil Lahadalia kebijakan tersebut sesuai arahan dari Presiden Prabowo sebagai upaya meningkatkan produksi BBM nasional.

Bahlil menyebut selain pengalihan pengolahan tersebut juga berlaku untuk minyak mentah bagian kontraktor yang tidak sesuai spesifikaasi. Dia meminta agar minyak mentah tersebut dicampur sehingga memenuhi standar yang dibutuhkan untuk konsumsi kilang domestik.

“Berdasarkan arahan Bapak Presiden kami telah meminta kilang-kilang dalam negeri untuk memanfaatkan semua minyak mentah, termasuk yang sebelumnya dianggap tidak memenuhi spesifikasi. Sehingga ekspor crude oil semakin menurun,” kata Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (27/1).

Menteri ESDM Bahlil menyebut langkah ini sebagai hal penting dalam mempercepat swasembada energi. Dia menegaskan bahwa kebijakan ini sebagai komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kemandirian energi nasional.

Baca Juga  BBM Langka di Medan Usai Banjir, Antrean Kendaraan Mengular

Menurutnya, ke depan ekspor minyak mentak akan dioptimalkan untuk dimanfaatkan oleh kilang minyak dalam negeri.

Bahlil menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas teknologi kilang di dalam negeri.

“Kilang-kilang utama dalam negeri seperti di Balikpapan, Cilacap, dan Dumai, kini mampu mengolah minyak mentah dengan spesifikasi yang beragam, termasuk minyak mentah yang dianggap tidak memenuhi standar,” ujar Bahlil.

Pemerintah, kata Bahlil, terus mendorong percepatan pembangunan kilang baru seperti Kilang Tuban dan Balongan guna meningkatkan kapasitas pengolahan dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, lanjutnya, perkiraan kapasitas ekspor minyak mentah nasional sekitar 28 juta barel. Pemerintah menargetkan 12-13 juta barel akan dioptimalkan memenuhi pasokan kilang minyak dalam negeri.

Kementerian ESDM meminta Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), maupun PT Pertamina (Persero) untuk mengimplementasikan hal tersebut.

“Kami dorong SKK Migas, KKKS, dan Pertamina agar minyak mentah domestik memberikan nilai tambah dalam negeri, sehingga turut mengurangi impor,” kata Bahlil.