/* ===================== ===================== */Bursa Saham Australia melemah Terseret Ketidakpastian Konflik di Timur Tengah
Ekonomi dan Bisnis

Bursa Saham Australia melemah Terseret Ketidakpastian Konflik di Timur Tengah

×

Bursa Saham Australia melemah Terseret Ketidakpastian Konflik di Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Bursa Saham Australia
Bursa saham Australia melemah dan berada di jalur mencatat kinerja mingguan terburuk dalam lebih dari sebulan. Seiring ketidakpastian terkait prospek perdamaian jangka panjang di Timur Tengah yang menekan sentimen pasar.

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Jumat (24/4/2026) Bursa saham Australia melemah dan berada di jalur mencatat kinerja mingguan terburuk dalam lebih dari sebulan.

Seiring ketidakpastian terkait prospek perdamaian jangka panjang di Timur Tengah yang menekan sentimen pasar.

Baca Juga  Bursa Saham di Kawasan Asia Terkoreksi Mundur dari Level Rekor Tertinggi Efek Ketegangan di Timur Tengah

Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,2% ke level 8.775 pada awal perdagangan.

Secara mingguan, indeks ini berpotensi terkoreksi hampir 2%, yang akan menjadi penurunan terdalam sejak pertengahan Maret.

Baca Juga  Ketegangan AS-Iran Redam Optimisme Laba dan AI Dorong Bursa Saham Amerika Serikat Memerah

Meskipun Lebanon dan Israel sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga pekan.

Usai pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih, pelaku pasar masih meragukan tercapainya kesepakatan damai yang berkelanjutan.

Sektor pertambangan menjadi salah satu penekan utama dengan penurunan 0,6%.

Saham produsen litium IGO Limited anjlok 11,5% setelah memperkirakan penurunan produksi tahunan serta kenaikan biaya di tambang litium Greenbushes.

Tambang tersebut merupakan salah satu cadangan bijih litium berkadar tinggi terbesar di dunia, dengan kepemilikan mayoritas melalui kerja sama dengan Tianqi Lithium.

Sementara itu, saham perusahaan tambang besar Fortescue naik tipis 0,1%

Setelah melaporkan kenaikan pengiriman bijih besi kuartal III sebesar 5%, meski sedikit di bawah ekspektasi pasar.

Saham sektor emas turut menekan indeks setelah turun 0,8%, seiring harga logam mulia yang menyentuh level terendah dalam sepekan.

Saham Evolution Mining turun 1,3%, sedangkan Northern Star Resources melemah 1,5%.

Di sisi lain, saham perusahaan asuransi Suncorp Group melonjak 9,5% setelah memperoleh perlindungan reasuransi hingga A$2,4 miliar untuk periode lima tahun.

Perusahaan juga memproyeksikan pertumbuhan premi bruto sebesar 3% pada tahun fiskal 2026.

Kinerja Suncorp membantu sektor keuangan tetap stabil, meskipun kenaikan tersebut tertahan oleh pelemahan saham perbankan besar.

\Saham Commonwealth Bank of Australia turun 0,4%, sementara Westpac melemah 0,5%.

Sementara itu, sektor energi naik 0,5% seiring lonjakan harga minyak. Saham Santos Limited dan Woodside Energy masing-masing menguat 1,2%.

Di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 relatif datar di level 12.884,19.