Ekonomi dan Bisnis

Pergerakan Mata Uang Asia Cenderung Terbatas terhadap Dolar AS Ditopang Ekspektasi Kenaikan The Fed

×

Pergerakan Mata Uang Asia Cenderung Terbatas terhadap Dolar AS Ditopang Ekspektasi Kenaikan The Fed

Sebarkan artikel ini

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Kamis (14/5/2026) pergerakan Mata Uang Asia cenderung terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Sejumlah mata uang kawasan melemah tipis di tengah penguatan dolar AS yang masih ditopang ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, won Korea Selatan dan peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini.

Won Korea Selatan tercatat melemah 0,19% ke level 1.492,10 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di 1.489,3. Sementara peso Filipina turun 0,20% ke posisi 61,448 per dolar AS.

Di sisi lain, yen Jepang relatif stabil di level 157,89 per dolar AS atau melemah tipis 0,03%. Dolar Singapura juga bergerak terbatas di posisi 1,272 per dolar AS.

Baht Thailand melemah 0,06% menjadi 32,34 per dolar AS, sedangkan dolar Taiwan turun tipis 0,02% ke level 31,513 per dolar AS.

Untuk mata uang Asia lainnya, yuan China justru menguat tipis 0,02% ke posisi 6,789 per dolar AS. Ringgit Malaysia juga terapresiasi 0,05% menjadi 3,926 per dolar AS.

Sementara itu, rupiah berada di level Rp17.460 per dolar AS atau relatif stagnan dibanding perdagangan sebelumnya.

Secara year to date (YTD) sepanjang 2026, mayoritas mata uang Asia masih tertekan terhadap dolar AS.

Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam yakni sekitar 4,52% dibanding posisi akhir 2025 di Rp16.670 per dolar AS.

Peso Filipina juga melemah sekitar 4,31% sepanjang tahun ini, sedangkan won Korea Selatan turun 3,53%.

Adapun rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar di Asia sepanjang 2026, yakni sekitar 6,10%.

Sebaliknya, beberapa mata uang masih mencatat penguatan terhadap dolar AS sepanjang tahun ini,

Seperti dolar Singapura yang naik 1,03%, yuan China menguat 2,93%, serta ringgit Malaysia yang terapresiasi sekitar 3,31%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *