Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Kamis (28/5) harga perak diperdagangkan mendekati US$ 74 per ons troi setelah penurunan tajam pada sehari sebelumnya.
Harga perak tertekan karena ketidakpastian yang berkelanjutan seputar negosiasi perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran.
Membuat kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga tinggi yang berkepanjangan tetap menjadi fokus utama.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (28/5), perselisihan utama tetap belum terselesaikan, termasuk desakan Teheran.
Untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan melestarikan program nuklirnya.
Presiden Donald Trump juga menegaskan kembali bahwa AS tidak akan menyetujui apa yang disebutnya sebagai kesepakatan yang buruk dan menolak pelonggaran sanksi terhadap Iran.
Bahkan jika kedua pihak bergerak lebih dekat ke kesepakatan, harga energi yang tinggi diperkirakan akan terus memicu tekanan inflasi
Dan mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Daripada melanjutkan pemotongan suku bunga. Harga perak saat ini turun sekitar 20% sejak konflik dimulai.












