Topikseru.com – Harga Bitcoin kembali menguat ke level US$78.500, seiring pulihnya sentimen pasar global terhadap aset berisiko.
Penguatan ini terjadi bersamaan dengan reli di pasar saham, khususnya setelah sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat merilis laporan keuangan yang solid dan melampaui ekspektasi.
Laporan Big Tech Jadi Katalis
Kenaikan Bitcoin dipicu oleh laporan kinerja dari perusahaan teknologi besar seperti Apple, yang menyusul hasil positif dari:
- Alphabet
- Microsoft
- Meta
- Amazon
Perusahaan-perusahaan tersebut mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit, yang memperkuat narasi ekspansi sektor kecerdasan buatan (AI) dan menarik kembali minat investor ke saham teknologi dan kripto.
Namun, analis menilai penguatan ini lebih mencerminkan relief rally ketimbang sinyal dimulainya tren bullish jangka panjang.
Tekanan Masih Membayangi Pasar
Menurut catatan Mercado Bitcoin, pasar kripto masih menghadapi sejumlah tekanan struktural dalam jangka pendek.
Faktor-faktor tersebut meliputi:
- Menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga
- Arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot (lebih dari US$400 juta)
- Risiko geopolitik yang meningkat
Kondisi ini membuat pasar tetap rentan terhadap volatilitas tinggi.
Minyak dan Inflasi Jadi Risiko Tambahan
Kenaikan harga minyak global akibat konflik di kawasan Iran serta gangguan di Selat Hormuz menjadi faktor penting yang perlu dicermati.
Harga energi yang tinggi berpotensi mendorong inflasi, sehingga bank sentral cenderung menahan suku bunga tinggi lebih lama. Dampaknya, aset berisiko seperti kripto bisa tertekan karena investor beralih ke instrumen yang lebih aman seperti obligasi.
Sikap The Fed dan Dampaknya ke Kripto
Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan internal yang cukup besar, dengan jumlah dissenting votes tertinggi sejak 1992.
Kepala riset Mercado Bitcoin, Rony Szuster, menyebut pasar kini tengah menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter.
“Dalam jangka pendek, pasar akan tetap volatil dan sangat responsif terhadap data ekonomi,” ujarnya.
Pergantian Kepemimpinan The Fed Jadi Sorotan
Masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada 15 Mei. Sementara itu, Kevin Warsh menurut informasi akan memimpin rapat FOMC pada Juni.
Preferensi Warsh terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi menjadi katalis volatilitas tambahan di pasar.
Level Kunci: US$80.000
Secara teknikal, level US$80.000 menjadi titik krusial bagi Bitcoin.
Jika berhasil ditembus → berpotensi menarik gelombang pembeli baru
Jika gagal → risiko aksi jual meningkat, terutama dari posisi leverage
Dengan berbagai faktor yang masih bergejolak, investor harus tetap waspada terhadap dinamika pasar dalam waktu dekat.












