Ekonomi dan Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Kembali Perkasa Ditutup di Level Rp17.944 per Dolar AS Sore Ini

×

Nilai Tukar Rupiah Kembali Perkasa Ditutup di Level Rp17.944 per Dolar AS Sore Ini

Sebarkan artikel ini
Nilai Tukar Rupiah
nilai tukar rupiah di pasar spot kembali tampil perkasa ditutup di level Rp 17.944 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat nilai tukar rupiah menguat 0,63% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 18.058 per dolar AS.

Topikseru.com, Jakarta – Pada akhir perdagangan hari ini. Rabu (10/6/2026) nilai tukar rupiah di pasar spot kembali tampil perkasa ditutup di level Rp 17.944 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat nilai tukar rupiah menguat 0,63% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 18.058 per dolar AS.

Alhasil, nilai tukar rupiah kembali menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia. Hingga pukul 15.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi.

Di mana, won Korea Selatan berada satu level di bawah rupiah setelah menanjak 0,3%. Selanjutnya ada peso Filipina yang ditutup terkerek 0,22% dan baht Thailand terapresiasi 0,22%.

Diikuti, rupee India yang naik 0,09%. Berikutnya dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01% terhadap the greenback.

Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,13%.

Kemudian ada ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,07% dan dolar Singapura tertekan 0,06%.

Lalu, yuan China yang turun 0,03%. Disusul, yen Jepang yang melemah tipis 0,02% pada sore ini.

Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,52% ke Level Rp17.965 per Dolar AS Siang Ini

Pada perdagangan Rabu (10/6/2026) pukul 12.00 WIB Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,52% ke level Rp 17.965 per dolar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 18.058 per dolar AS atau menguat 0,72% secara harian pada Selasa (9/6/2026).

Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,87% ke Rp 17.942 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah spot dibuka menguat pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Pukul 09.01 WIB, rupiah spot ada di level Rp 17.943 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,87% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 18.058 per dolar AS.

Di Asia, rupiah menguat Bersama beberapa mata uang lainnya. Rupiah memimpin penguatan dengan kenaikan 0,87%, disusul won Korea yang menguat 0,45%, dan dolar Hong Kong yang menguat 0,005%.

Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat pelemahan terdalam yakni 0,17%.

Disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,15%, dolar Singapura melemah 0,08%, yuan China melemah 0,02%, yen Jepang melemah 0,01%.

Dolar Taiwan melemah 0,009% dan peso Filipina melemah 0,006% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 100, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 99,90.

Analis Mata Uang: Nilai Tukar Rupiah kuat Dipicu Reaksi dari Dalam Negeri

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah karena faktor domestik. Yakni setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%.

“Kemarin, hari ini rupiah begitu kuat benar – benar reaksi dari dalam negeri sendiri,” ujar Ibrahim.

Akan tetapi melihat kondisi saat ini, Ibrahim memperkirakan BI sampai akhir tahun akan menaikkan suku bunga 200 basis poin (bps) atau 2%.

Hal ini untuk menjaga stabilisasi rupiah. Ke depan, pergerakan rupiah salah satunya akan dipengaruhi data ekonomi AS.

Terdekat, akan ada rilis data inflasi AS. Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp 18.050 – Rp 18.100 per dolar AS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *