Topikseru.com, Pematangsiantar – Hampir sebulan setelah kematian Jaka Jannes Malau (24), keluarga korban masih terus memperjuangkan keadilan.
Kakak korban, Sari Agustina Malau (25), bahkan meminta perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto terhadap kasus yang menewaskan adiknya di kawasan Taman Bunga, tepatnya di depan Balai Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Permintaan itu disampaikan Sari melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @sarimalau06, pada Sabtu (20/6/2026). Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden, ia mengaku mewakili keluarga yang hingga kini masih menunggu kepastian hukum atas kasus tersebut.
Sari menegaskan keluarganya tidak meminta nyawa sang adik dikembalikan. Namun, ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kematian Jaka dapat diproses hukum dan dijatuhi hukuman yang setimpal.
“Kami hanya menuntut agar seluruh pelaku yang membunuh adik saya dapat dihukum seberat-beratnya,” tulis Sari dalam unggahannya.
Minta Presiden Memberi Perhatian
Dalam surat terbuka tersebut, Sari mengaku memilih menyampaikan keluhannya kepada Presiden karena merasa tidak memiliki kekuatan maupun latar belakang yang dapat membantu perjuangan keluarganya.
Ia berharap Presiden Prabowo dapat memberikan perhatian terhadap kasus yang menimpa adiknya dan memastikan proses hukum berjalan secara adil bagi masyarakat kecil.
Sari juga menyampaikan keyakinannya bahwa negara hadir untuk memberikan perlindungan dan keadilan bagi seluruh warga tanpa memandang status sosial maupun ekonomi.
Unggahan itu pun mendapat perhatian dari sejumlah pengguna media sosial yang turut menyampaikan dukungan dan simpati kepada keluarga korban.
Soroti Lambannya Penanganan Kasus
Selain meminta perhatian Presiden, Sari juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses penanganan perkara yang menurutnya berjalan lambat.
Menurut dia, keluarga selama ini terus diminta bersabar menunggu perkembangan penyidikan. Namun hingga kini, mereka masih menanti kepastian terkait sejumlah hal yang dianggap penting dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Kami hanya mau minta keadilan dan kepastian hukum serta proses hukum yang transparan,” tulisnya.
Sari menilai keterbukaan informasi sangat dibutuhkan agar keluarga memperoleh kejelasan mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian adiknya.
Pertanyakan CCTV dan Motif Kasus
Dalam unggahannya, Sari juga menyoroti belum dibukanya rekaman CCTV yang diduga merekam peristiwa pada malam kejadian.
Selain itu, ia mempertanyakan penjelasan mengenai motif kasus yang sebelumnya disampaikan dalam konferensi pers kepolisian.
Menurutnya, keluarga masih memiliki sejumlah pertanyaan yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Meski demikian, keluarga berharap seluruh proses hukum dapat berjalan secara profesional dan transparan hingga kasus tersebut benar-benar tuntas.
Enam Tersangka Telah Ditetapkan
Diketahui, Jaka Jannes Malau meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan di kawasan Taman Bunga, Kota Pematangsiantar, pada Kamis malam, 28 Mei 2026.
Berdasarkan hasil penyidikan Polres Pematangsiantar, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Dari enam tersangka yang telah ditetapkan, dua orang telah diamankan dan menjalani proses hukum. Sementara empat tersangka lainnya masih dalam pencarian aparat kepolisian.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, terutama setelah keluarga korban secara terbuka meminta perhatian Presiden dan mendesak adanya kepastian hukum dalam penanganannya (*)










