Medan

Akomodasi ASEAN Boys Championship 2026 Diduga Bermasalah, Sejumlah Tim Tinggalkan Hotel di Medan

×

Akomodasi ASEAN Boys Championship 2026 Diduga Bermasalah, Sejumlah Tim Tinggalkan Hotel di Medan

Sebarkan artikel ini

Keterlambatan Pembayaran Hotel Picu Polemik dalam Turnamen Piala AFF U-19 2026

ASEAN Boys Championship 2026
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, memimpin gotong royong massal lintas sektoral guna mempercepat persiapan Stadion Teladan yang akan menjadi kandidat salah satu venue ajang bergengsi Piala AFF U-19. Foto: Diskominfo Medan

Topikseru.com, Medan – Penyelenggaraan ASEAN Boys Championship 2026 atau Piala AFF U-19 yang berlangsung di Sumatera Utara mendapat sorotan setelah muncul persoalan terkait akomodasi sejumlah negara peserta.

Masalah tersebut diduga dipicu keterlambatan pembayaran biaya hotel yang sebelumnya disebut menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Medan.

Kondisi itu disebut telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa kontingen yang ambil bagian dalam turnamen sepak bola usia muda tingkat Asia Tenggara tersebut.

Salah seorang panitia pelaksana ASEAN Boys Championship 2026, Muhammad Fauzi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi yang terjadi.

Menurut dia, persoalan akomodasi seharusnya tidak muncul dalam ajang internasional yang membawa nama Indonesia di mata dunia.

“Kami kecewa karena Pemkot Medan tidak menunjukkan komitmen terkait akomodasi negara peserta ASEAN Boys Championship. Kasihan para pemain muda yang seharusnya fokus bertanding dan mengembangkan kemampuan, justru harus menghadapi persoalan di luar lapangan,” ujar Fauzi dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (2/6/2026).

Timor Leste Dikabarkan Sudah Check Out

Fauzi menyebut sejumlah negara peserta dikabarkan terdampak akibat belum tuntasnya pembayaran biaya hotel. Bahkan, beberapa tim disebut telah meninggalkan tempat menginap lebih awal karena persoalan tersebut.

Menurutnya, Timor Leste menjadi salah satu negara yang telah melakukan check out dari hotel di Medan.

Sementara itu, kontingen Filipina disebut menghadapi potensi situasi serupa apabila persoalan pembayaran belum segera diselesaikan.

Dia menilai kondisi tersebut dapat mencoreng citra penyelenggaraan turnamen yang berada di bawah naungan federasi sepak bola Asia Tenggara.

“Beberapa peserta mengalami kendala terkait akomodasi. Ini tentu menjadi perhatian serius karena menyangkut kenyamanan tamu negara yang hadir dalam kompetisi resmi ASEAN,” katanya.

Komitmen Pemkot Medan Dipertanyakan

Sebelumnya, Pemkot Medan disebut telah menyatakan kesiapan untuk menanggung biaya akomodasi hotel bagi negara-negara peserta ASEAN Boys Championship 2026.

Namun hingga turnamen berlangsung, komitmen tersebut disebut belum terealisasi sepenuhnya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai kesiapan penyelenggaraan dan koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam pelaksanaan event internasional tersebut.

Fauzi menilai persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada peserta, tetapi juga berpotensi memengaruhi reputasi Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi sepak bola internasional.

“Ajang ini membawa nama Indonesia di tingkat global. Jika persoalan seperti ini benar terjadi dan tidak segera diselesaikan, tentu akan menjadi catatan negatif bagi penyelenggaraan turnamen maupun pihak-pihak yang sebelumnya telah memberikan komitmen,” ujarnya.

Belum Ada Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Wali Kota Medan Rico waas maupun pihak Pemkot Medan terkait tudingan keterlambatan pembayaran biaya hotel peserta ASEAN Boys Championship 2026.

Pihak penyelenggara dan publik masih menunggu klarifikasi resmi untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya, termasuk langkah penyelesaian yang akan ditempuh guna memastikan seluruh peserta mendapatkan fasilitas sesuai standar turnamen internasional.

ASEAN Boys Championship 2026 sendiri menjadi salah satu agenda sepak bola usia muda terbesar di kawasan Asia Tenggara dan diikuti oleh sejumlah negara anggota ASEAN.

Turnamen ini juga menjadi ajang pembinaan talenta muda yang diproyeksikan menjadi pemain masa depan di level internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *